BNPB: Waspadai Banjir hingga Maret
PASIRPENGARAIAN, PORTALRIAU.COM- Prediksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kalau bencana hidrometeorologi masih berlangsung terbukti. Hujan deras sejak pekan lalu telah mengakibatkan banjir di berbagai tempat.
Tercatat, ribuan rumah terendam di 12 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk di Kabupaten Rokan Hulu dan Kampar di Provinsi Riau sejak akhir pekan lalu.
Bahkan banjir juga telah menelan korban jiwa. Hingga kemarin, 12 orang dinyatakan meninggal akibat banjir. Sepuluh menjadi
korban banjir longsor di Manado (Sulawesi Utara) dan dua orang lagi hanyut di Jambi.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kalau ketinggian air rata-rata 20 Cm hingga 2 meter. Ia berharap agar masyarakat waspada karena diprediksi banjir masih terjadi hingga akhir Maret.
‘’BMKG melaporkan adanya tekanan rendah di Australia bagian Utara,’’ ujarnya.
Hal itu membuat angin memanjang dari Selat Makassar bagian Selatan hingga Laut Aru. Dampaknya tentu saja membuat peningkatan aktifitas pertumbuhan awan-awan hujan di Sumatera, Jawa Tengah, Kalimantan bagian Barat, Sulawesi bagian Utara dan Tengah, NTT, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
Sementara banjir masih melanda Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kampar hingga Ahad (17/2), namun dengan kondisi air yang sudah mulai turun.
Luas wilayah yang terkena banjir di Rohul juga berkurang dua kecamatan dari sebelumnya 11 Kecamatan menjadi 9 kecamatan. Namun masyarakat Rohul masih mengkawatirkan terjadinya luapan sungai terutama Batang Lubuh sebab intensitas hujan masih tinggi.
Dua kecamatan mengalami banjir yang telah surut adalah Rambah Samo dan Rokan IV Koto. Data yang dilaporkan BPBD Rohul, hingga kemarin, banjir masih merendam 5.000 KK dan 21 ribu jiwa.
Sebagian mengungsi namun ada juga yang bertahan di rumah. Itensitas hujan yang terus mengguyur menyebabkan sejumlah fasilitas umum seperti jalan, perkebunan dan rumah warga di Negeri Seribu Suluk masih tergenang.
Memang di Rokan Hulu, ketinggian banjir mencapai 50 centimeter hingga 1,5 meter terutama yang berada di tepi Batang Lubuh. Bahkan akses jalan dua jalur di Desa Babussalam terputus.
Pemukiman penduduk, jalan Tuanku Tambusai serta jalan provinsi di Jalan Lingkar Km 4 Pasirpengaraian juga terendam. Kondisi ini terjadi urah hujan yang masih tinggi, Ahad (17/2) dini hari kemarin.
Akibatnya, terjadi antrran panjang kendaraan dari dua arah baik truk CPO, mobil pribadi maupun kendaraan roda dua.
Camat Rambah Arie Gunadi SSTP yang dikonfirmasi malam tadi menyebutkan, banjir yang terjadi kemarin tidak separah banjir yang terjadi dua hari lalu.
Kondisi terparah di Kecamatan Rambah menimpa lingkungan Tanjung Harapan Kelurahan Pasirpengaraian, Dusun Tulang Gajah Desa Pematang Barangan, Desa Babussalam, Desa Tanjung Belit dan Desa Koto Tinggi. Sementara desa lain di Rambah ketinggian air sudah semakin surut.
Camat Rambah Hilir Lukmansyah Badoe MSi yang dikonfirmasi wartawan kemarin, mengaku banjir yang sebelumnya merendam 876 KK di Dusun Surau Munai Desa Serombo Indah, Dusun Pasar Desa Rambah Hilir, Dusun Kumu Desa Rambah, Dusun Muara Nikim Desa Rambah Hilir Tengah, Desa Sungai Duo Indah, telah surut kemarin siang.
Sementara Camat Rambah Samo Suharman Nasution mengaku, banjir yang terjadi di Desa Lubuk Napal, Desa Teluk Aur juga sudah surut kemarin siang. Banjir berasal dari Sungai Duo Indah dan tingginya curah hujan. ‘
Warga Tutup Jalan
Banjir masih mengenangi ruas jalan Tuanku Tambusai dan rumah penduduk di Desa Babussalam, Kecamatan Rambah. Kemarin sore, jalan dua jalur tersebut ditutup warga dengan melarang truk bermuatan berat melintas dengan melintangkan kayu di tengah jalan.
Alasan warga, ombak air saat truk dan kendaraan roda empat lainnya melintas bisa merusak fisik rumah mereka yang sedang terendam.
Tidak terlihat ada petugas lalulintas. Truk yang dilarang terpaksa berhenti di jalan yang sedang tergenang. Bahkan sebagian ada yang memutar balik kendaraannya karena takut terjebak ketinggian banjir yang tidak bisa diprediksi. Setelah adanya aksi sejumlah warga Babussalam, terlihat petugas dari Satlantas Polres Rohul menutup akses jalan di Jembatan Batang Lubuh.
Kondisi serupa juga terlihat di jalan Kampung Padang Desa Rambah Tengah Utara tepatnya batas jalan Tuanku Tambusai yang tidak terkena banjir.
Sementara itu, Bupati Rokan Hulu Drs H Achmad MSi menggelar rapat mendadak bersama jajarannya menyikapi banjir yang terjadi di Komplek Perkantoran Bina Praja Rohul, Sabtu (16/2).
Bupati mengatakan, kepala dinas, badan dan kantor di lingkungan Pemkab Rohul dilibatkan untuk melakukan penanggulangan banjir di lapangan. Achmad mengatakan, kepala dinas yang telah dibagi tugasnya di 16 kecamatan, mereka diberi tanggungjawab penuh dalam menanggulang korban banjir.
‘’Saya minta Camat harus berada di tempat, dan melakukan pemantaun banjir yang terjadi di wilayah kerjanya.’’ ujarnya.
Wakil Bupati Rohul Ir H hafith Syukri MM didampingi Sekda Rohul Ir Damri, Sabtu (16/2) malam, memantau perkembangan banjir yang merendam di Kecamatan Rambah dan stand by di Posko Penanggulangan Banjir Kabupaten Rohul yang dipusatkan di Water Front City Pasirpengaraian.
‘’Pemerintah daerah siap siaga, terhadap bencana banjir yang tidak bisa diprediksikan ’’ tuturnya.
Banjir Kampar Merata
Tingginya curah hujan dalam dua pekan belakangan ini, tidak hanya membuat kawasan Kampar Kiri yang mengalami banjir, namun hampir semua daerah di Kabupaten Kampar, mulai dari Kecamatan XIII Koto Kampar, Kampar, Tambang hingga Kampar Kiri.
Di Kecamatan XIII koto Kampar misalnya, tokoh masyarakat H Nasrudin menyebutkan bahwa sekitar lima desa di kecamatan ini sudah mengalami banjir, walaupun belum meredam rumah warga.
Hanya saja banjir ini sudah menenggelamkan lahan pertanian milik warga berupa padi dan tanaman sayur mayur seperti cabai. Bahkan di Desa Muara Takus, banjir meredam hampir semua lahan perkebunan milik warga.
Sementara itu Kecamatan Kampar, Kecamatan Kampar Utara dan Kecamatan Rumbio Jaya juga sudah direndam banjir dan menggenangi rumah rumah warga.
Kondisi ini terjadi di Desa Kampar, Kelurahan Air Tiris, Desa Pulau Sorak, Desa Teratak, Desa Penyasawan, Desa Pulau Rambai, Desa Pulau Birandang dan beberapa desa lainnya. Kondisi ini bukan hanya karena curah hujan tinggi namun juga karena meluapnya Sungai Kampar dari hulu.
Di Kcamatan Tambang, Agusnanto warga Desa Parit baru menyebutkan, banjir juga sudah terjadi di desanya dan beberapa desa seperti Kampung Terandam.
Selain itu PLTA juga membuka pintu waduk untuk mengurangi debit air di waduk tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Zetli warga Airtiris kepada wartawan (17/2), bahwa mereka mendapatkan pemberitahuan bahwa mulai Sabtu malam PLTA akan membuka pintu waduk.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar Ir Ali Jabbar mengatakan saat ini pihaknya sedang ke lapangan untuk meninjau dan mendata kondisi banjir. ‘’Ini sudah kita perkirakan melihat tingginya curah hujan beberapa hari ini,’’jelasnya.
12 Meninggal
Korban akibat banjir dan longsor di Manado, Sulawesi Utara mencapai 10 orang. Tidak hanya itu, bencana juga membuat 1.200 orang dari tujuh kecamatan mengungsi dari tempat tinggalnya.
‘’Data sementara sembilan orang tertimbun longsor dan satu orang hanyut,’’ imbuhnya. Jumlah itu kemungkinan bertambah karena longsor terjadi di beberapa kawasan.
Bergeser dari Manado, banjir juga merendam Desa Togid, Kecamatan Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur. Di Jawa Timur, bajir dilaporkan terjadi di Bojonegoro karena meluapnya Sungai Bengawan Solo sejak Sabtu (16/2) hingga sekarang.
‘’Tanggul sungai Bengawan Solo di Desa Ngrape, Kecamatan Kanor mengalami penurunan. Alat berat dan karung pasir disiapkan untuk mengatasi,’’ terangnya.
BNPB mengimbau agar masyarakat di kawasan Tuban, Lamongan, dan Gresik waspada. Untuk beberapa daerah lain yang banjir adalah Jambi, Manggarai Barat di Nusa Tenggara Timur, Aceh Barat, Bandung Jawa Barat, Tabalong Kalimantan Selatan, Samarinda Kalimantan Timur, dan Kapuas Hulu Kalimantan Barat.(riaupos)