Bupati Achmad Kritisi Generasi Muda, Sikap Kepahlawanan Mulai Pudar
Portalriau.com - PASIRPANGARAIAN - Bupati Rokan Hulu (Rohul) Drs. H. Achmad M.Si, mengkritisi sikap generasi muda saat ini. Menurutnya, sikap kepahlawanan mulai pudar pada diri generasi bangsa, salahsatu faktornya, yakni kemajuan teknologi di era globalisasi yang serba mudah ini.
Jelas Bupati Achmad saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-68 di halaman kantornya di Kota Pasir Paangaraian, Senin (10/11/2014), pudarnya sikap patriotik kepahlawanan di kalangan generasi muda disebabkan tidak adanya tekanan, seperti dirasakan para pejuang sewaktu zaman kemerdekaan.
"Dengan diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015 mendatang, itu sebagai pemicu kembalinya sikap patriotisme para generasi muda,”tegas Bupati Achmad.
Selain ktitisi dari Bupati Achmad, kritik sama juga datang dari salah seorang veteran asal Rohul, Abdul Manaf. Dirinya menilai, kondisi yang dirasakan generasi muda saat ini jauh berbeda dari zaman kemerdekaan. Dirinya berpesan ke seluruh generasi muda Indonesia, untuk dapat membawa bangsa ini lebih baik.
"Sehingga generasi bangsa siap bersaing dengan bangsa-bangsa lain,”pesannya.
Bertepatan Peringatan Hari Pahlawan tahun ini, Bupati jjuga serahkan bantuan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Provinsi Riau kepada veteran perang serta bantuan beasiswa kepada 83 anak berprestasi. Kegiatan juga dihadiri pejabat Forkompinda Rohul, para kepala dinas, badan, kantor, veteran, pelajar serta para pemuda.
Veteran Minta Generasi Muda Pertahankan Pancasila
Selain itu, para veteran di Rohul, juga meminta generasi muda bisa terus mempertahankan Pancasila dan bangsa ini. Karena menjadikan bangsa merdeka buka hal yang mudah, tapi benar-benar sangat pahit.
Menurut Abdul Manan, saat pengalamannya pada masa penjajahan baik Belanda dan Jepang sangat susah, tidak seperti saat ini, di zaman makan pun susah, “Ketika nasi disuap, tiba-tiba bunyi suara senapan dan dentuman meriam, terpaksa tinggal nasi itu dan angkat senjata,”kata Abdul Manaf, mengenang saat jaman perang.
Meski Abbdul Manaf terlihat sudah reot dan renta, namun kelihatannya dari wajahnya yang tampak masih cerah serta cara bertuturnya membuktikan memori ingatannya masih kuat, mengaku berbulan-bula pernah tiidur dan tinggal di tengah-tengah hutan belantara bertempur melawan penjajah.
" Rakyat Indonesia saat ini sudah senang, olah kayolah, kolo dulu payah bona, pertahankan Bangsa ini, kami mau menangis, kalau mendengar berita ada pulau dicaplok dan ada bagian dari bangsa ini dicaplok luar pihak luar," papar Abdul Manaf.
Pesannya buat generasi penerus bangsa ini, tetaplah berkarya, jangan jual bangsa ini untuk kepentingan pribadi, “Isilah kemerdekaan dengan pengabdia kepada bangsa dan tanah air,”pesan Abdul Manaf. (MPR)