Bupati Inhu Ingatkan PNS tak Terlibat Politik Praktis
RENGAT-Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) 2015, eskalasi politik Inhu mulai menghangat, untuk itu Bupati Inhu Yopi Arianto, mengingatkan para pegawai negeri sipil (PNS) dalam lingkup Pemkab Inhu untuk tidak berpolitik. Bila berpolitik dan mengganggu tugas pokok selaku pelayan masyarakat, Bupati Yopi tidak segan untuk mencopot jabatan atau menonjobkan dan memutasi PNS bersangkutan.
Penegasan Bupati Yopi untuk memberi sangsi dan menonjobkan PNS yang berpolitik, disampaikan dihadapan para PNS Inhu dalam apel Senin yang digelar dihalaman kantor bupati Inhu Pematang Reba Senin (23/6/14).
Saya ingatkan untuk para PNS Inhu untuk tidak berpolitik, bila berpolitik dan sampai mengganggu tugas pokok saya tidak segan-segan untuk menonjobkan PNS termasuk Kadis, tegasnya.
Diungkapkanya, para PNS Inhu juga jangan terpengaruh dengan isu-isu politik, lebih baik fokus pada Tupoksi PNS dan jangan memberikan statmen sembarangan.
Boleh saja berpolitik tapi jangan menganggu Tupoksi, namun biar saya saja yang berpolitik dan jangan sembarangan memberikan statmen baik PNS maupun Kadis. Kalaupun ada yang bertanya, langsung saja pada Asisten satu, dua, tiga atau pada Sekda atau pada Wabup atau langsung pada saya, ujarnya.
Ditambahkan Bupati Yopi, para PNS inhu juga harus meningkatkan disiplin terutama saat bulan ramadhan ini. Bila tidak disiplin akan diambil tindakan tegas.
Selama bulan ramadhan baik PNS maupun tenaga honorer agar dapat meningkatkan disiplin terutama para Kadis dalam mengikuti safari ramadhan untuk sepuluh hari pertama. Bila Kadis tidak mengikuti saya nonjobkan. Demikian juga saat jam kerja ada yang nongkrong di kedai kopi baik PNS maupun Kadis, saya perintahkan Satpol untuk menangkap dan mengambil Id Card nya. Bagi Satpol yang berhasil menangkap akan saya beri bonus, tandasnya. (rtc/red)