Bupati Kampar Bagikan Sepatu dan Tas pada Siswa SD 004 Petapahan
Portalriau.com-BANGKINANGKOTA-Dua hari belakangan Bupati Kampar Jefry Noer kian akrab dengan anak-anak. Tak hanya di Tapung Raya, tapi juga di Bangkinang lepas jembatan Datuk Tabano yang melintasi Sungai Kampar itu. “Nih, pasang dulu sepatunya. Ini sepatu bagus lho. Merek terkenal,” kata ayah lima anak ini sembari menyodorkan sepasang sepatu baru berwarna hitam kepada Abdul Rahmat, siswa kelas IV SD 010 Desa Laboy Jaya.
Bocah 10 tahun ini nampak gugup, meski kemudian sepatu itu dia gapai juga. Dengan sabar, Jefry Noer menunggui bocah itu mengenakan sepatu tadi. Sementara sebelah lagi masih di tangan Jefry. “Tuh, cakep kamu makenya. Enak ga terasa di kaki?" Jefry mencandai bocah itu.
“Enak, Pak,” jawab Rahmat malu-malu. Lepas dari Rahmat, Jefry kemudian mengenakan topi baru ke kepala Diva Kurniansyah. Siswa kelas III yang satu SD dengan Rahmat. “Kamu juara nggak?” kembali Jefry bertanya. “Juara, Pak,” Diva menjawab malu-malu.
Hampir 18 menit Jefry menongkrongi anak-anak yang berdiri di hadapannya itu. Sebab setelah Diva, masih ada Alfitra Salam siswa kelas VI SDN 007 Pulau Lawas, Jidan Arosidi, siswa kelas V SD 019 Muara Uwai dan Neza Syafriani, siswi kelas I SDN 005 Binuang, menerima perlakukan yang sama dari Jefry Noer di halaman Kantor Camat Bangkinang itu, Kamis (16/1/14).
Tak terkira berbinarnya wajah orang tua para bocah ini. Seperti berbinarnya wajah Nurlianis (64), Sumarti (42) dan Resmiade (40). Mereka adalah orang tua dari Agustina siswa kelas IV, Nur Rio Agustian siswa kelas III dan Yana Aulina Putri siswa kelas V.
Layaknya Abdul Rahmat dan kawan-kawan, para siswa siswi SD 004 Petapahan ini adalah perwakilan siswa tak mampu penerima bantuan paket satu stel pakaian sekolah, satu stel pakaian pramuka, tas dan sepasang sepatu sekolah dari Pemkab Kampar di kantor Camat Tapung Raya sehari sebelumnya.
Kepala UPT Dinas Pendidikan Tapung Raya Aidil merinci, ada 1373 penerima paket bantuan tadi. Sementara di Kecamatan Bangkinang hanya 1926 siswa yang berhak mendapat bantuan yang sama.
Bupati Kampar Jefry Noer mengatakan, bantuan semacam ini sudah dua kali dilakukan. Tahun 2012 lalu sebanyak 10 ribu paket dan tahun lalu sebanyak 32 ribu paket. “Kami bikin semuanya dengan kualitas yang bagus. Biar bisa tahan lama. Ukurannya pun agak dilonggarin biar anak-anak yang umumnya punya pertumbuhan yang cepat masih bisa memakai pakaian itu,” ujarnya.
Sebelum paket bantuan ini diserahkan, dia mewanti-wanti supaya siswa yang kebagian paket tadi benar-benar orang yang layak dibantu. Bukan siswa yang lantaran orang tuanya dekat dengan kepala sekolah, guru atau pejabat pemerintah.
“Saya tak mau paket ini salah sasaran. Sebab tujuan kami adalah membantu mereka yang kurang mampu. Biar mereka juga bisa menikmati bagaimana rasanya punya baju, celana, sepatu dan tas yang bagus,” katanya.
Sejak awal kata Kadis Pendidikan Kabupaten Kampar Jawahir, pihaknya sudah mendapat arahan seperti yang diwanti-wanti oleh Jefry Noer tadi.
“Kami butuh waktu sekitar dua bulan untuk mengidentifikasi siswa tak mampu itu. Dan kemudian, masih ada pula tim khusus yang meng-cross check data tadi ke lapangan. Jadi kami tak main-mainlah. Sebab tujuan dari bantuan paket ini adalah bagaimana anak-anak kita yang tak mampu bisa sekolah dengan pakaian, sepatu dan tas yang layak,” katanya.
Di Kampar, program paket bantuan ini kata Jawari adalah bagian dari program pendidikan gratis yang sudah berlaku dari SD hingga SLTA. Tujuannya, biar pilar kedua -Peningkatan Sumber Daya Manusia- program Lima Pilar Kabupaten Kampar itu, segera terwujud.***(rtc/red)