Bupati Kampar Resmikan Ruang Belajar PDTA Desa Aur Sati
TAMBANG-Seorang Kepala Desa mestinya memiliki tingkat perekonomian yang lebih tinggi dibandingkan masyarakatnya, karena Kades yang hidup susah tidak akan mungkin bisa mengurus dan memajukan Desanya, itu suatu hal yang mustahil, untuk itu saya sangat berharap, seluruh Kades agar mengikuti pelatihan pertanian terpadu untuk menjadi seorang manager kaya dan sukses sebagai motivasi untuk masyarakatnya.
Demikian dikatakan Bupati Kampar, Jefry Noer saat meresmikan Empat ruangan belajar Pendidikan Diniyah Takliyah Awaliyah Desa Aur Sati Kecamatan Tambang, Sabtu, (25/1/14) yang juga dihadiri oleh Kapolsek Tambang Sumarno, Kadis P dan K jawahir, Kadis perikanan usman, kepala desa se -kecamatan Tambang Kabupaten Kampar.
" Kalau seorang kades sudah menjadi manager yang handal, kaya dan sukses dengan usaha sampingan yang digelutinya, maka hidupnya akan menjadi lebih baik, dengan begitu, tidak akan kita temukan lagi pengurusan KTP, surat tanah dan surat keterangan untuk menikah yang mahal karena seluruh kebutuhannya sudah terpenuhi dengan bisnis yang dia kelola apakah dibidang, peternakan, pertanian dan perikanan, bukan harus kades yang mencangkul, mengurus sapi atau keramba, tapi berdayakan orang lain,"ujar Jefry.
Jefry menegaskan, kalau kades saja sudah melakukannya, maka masyarakat pasti akan mengikuti karena pada dasarnya tidak ada orang yang mau hidup susah di dunia ini.
"Kades itu kaki, tangan dan mata saya, sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk mewujudkan program 3 zero 2014 akhir nanti, untuk itu bekerjalah sebaik dan semaksimal mungkin, agar apa yang di cita-citakan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kampar terwujud hendaknya,"harap Jefry.
Pada kesemptan tersebut, Jefry juga mengingatkan kepada seluruh kades, agar jangan sekali-kali membuat surat tanah yang double, jangan jual beras raskin, jangan membuat surat tanah yang termasuk hutan lindung karena jika itu terjadi maka kita akan terjebak dalam permasalahan hukum yang sulit untuk diselesaikan.
Terkait peresmian PDTA Empat lokal yang telah selesai dibangun, Jefry berpesan agar selalu menjaga bangunan ini sebaik mungkin, karena ini merupakan wadah untuk menuntut ilmu agama bagi penerus bangsa kita.
"Sesungguhnya saat sini, pembangunan bukan difokuskan pada infrastruktur, tapi fokus kepada peningkatan akhlak dan moral, dengan tidak ada lagi senam pagi yang diganti dengan gotong royong dan subuh berjamaah, dan juga dibuatnya Perda Wajib PDTA, perda magrib mengaji, pekad. Dan khususnya bagi laki-laki dikabupaten kampar yang akan menikah harus pandai mengaji, kalau tidak bisa silahkan menikah ditempat lain,kita memang agak keras untuk meningkatkan akhlak dan moral karena itu merupakan kunci dari segalanya" ungkap Jefry.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Eva Yuliana, menyampaikan dalam arahannya, hadirnya bangunan sekolah ditengah-tengah masyarakat ini, merupakan hasil dari perjuangan kita semua hingga bisa mempersembahkan kepada masyarakat Aursati, karena pada intinya uang masyarakat akan diberikan kembali kepada masyarakat
"Untuk itu Kita jangan hanya pandai meminta saja, tapi lupa untuk memeliharanya, tolong rawat sebaik mungkin, karena sebelum adanya bangunan ini, masyarakat tidak pernah mendapatkan bantuan bangunan PDTA, untuk itu tolong dipelihara, andai catnya sudah pudar, tolong segera di cat kembali.
Pada kesempatan tersebut, Jefry Noer dan Eva Yuliana juga menyerahkan secara langsung santunan kepada puluhan anak yatim yang ada di Desa Aursati.***(rtc/red)