Bupati Nyatakan, Masjid Jamik Tertua di Kota Pasir Pangaraian
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN -Bupati Rohul, Drs H Achmad MSi, Jumat (26/9/2014)
Kemarin, resmi menandatangani prasasti selesainya renovasi Masjid
Jamik Desa Babussalam Kecamatan Rambah di kawasan Jalan protokol
Tuanku Tambusai Pasir Pangaraian.
Kegiatan penandatanganan prasasti masjid tertua di Pasir Pangaraian,
digelar usai salat Jumat yang disaksikan ratusan jamaah Mesjid dan
masyarakat setempat. Kata Bupati Achmad MSi, Masjid Jamik di Desa
Babussalam, salah satu masjid tertua di Pasir Pangaraian bahkan
keberadaan mesjid itu lebih tua dari Masjid Raya yang berada di
Kelurahan Pasir Pangaraian.
Katanya lagi, dengan direnovasinya Masjid Jamik Desa Babussalam,
pertama selain mesjid tertua, juga berada di jalan protokol Pasir
Pangaraian."Atas dua faktor tersebut kita lakukan renovasi serta
perbaikan Masjid Jamik yang dimulai tahun 2007-2008, 2009 mesjid ini
selesai seluruhnya. Mesjid itu sudah dilengkapi infrastruktur, toilet,
tempat berwuduk, AC.Sehingga dengan ditandatangani prasasti
selesainya renovasi Masjid Jamik ini,"kata Bupati Achmad, Jumat,
(26/9/2014), usai penanadatanganan renovasi Masjid Jamik Babussalam.
Bupati berharap ke seluruh jamaah maupun masyarakat sekitar Desa
Babussalam, agar bisa memamfaatkan masjid sabagai sarana ibadah.
Selain itu, juga jadi tempat aktifitas kegiatan masyarakat dan jamaah,
sekaligus menjadi pusat aktifitas kegiatan remaja, keilmuan,
pendidikan sekaligus pembangunan kekuatan persatuan umat dan jamaah
masjid.
"Justru tertua sehingga masjid Jamik kita perhatikan, sesuai dengan
kondisi dengan bangunanan sekarang, dan tidak meninggalkan ciri khas
dari mesjid itu sendiri apalagi Masjid Jamik termasuk masjid yang
bersejarah,"terangnya.
Juga dikatakan Bupati, Masjid Jamik dulunya terbuat dari kayu.Masjid
tersebut memiliki 4 tiang pilar kayu yang lurus, dan itu diambil dari
Bukit Barisaan bahkan kayu tersebut hingga kini masih ada.
"Saat ini pilar mesjid sudah diganti dengan semen. Saya masih ingat
sewaktu kecil kayu itu lurus, dengan panjangnya lebih kurang 8-10
meter. Bila dulunya di masjid ini bilalnya dua orang, satu orang azan
di atas menara dan satu lagi dibawah. Sehingga azannya
bershaut-sahutan.Namun sekarang azannya tidak dua orang, namun satu
orang tetapi dilakukan dua kali,"ucapnya.
Mengenang masa kecil di lingkungan masjid Jamik, Bupati Achmad
mengatakan, bahwa kondisi Masjid Jamik saat ini sudah lengkap
fasilitasnya, sehingga dapat memberikan kenyamanan, sehingga
diharapkan menambah semangat dan spirit masyarakat untuk melaksanakan
shalat berjamaah ke mesjid tersebut.
"Saat ini, pemukiman di Desa Babussalam padat, sehingga dengan
ramainya masyarakat salat berjamaah di Masjid Jamik, maka akan tampak
persatuan dan kekompakan,"harap Bupati lagi. (Hendra)