Bupati Rohul Klaim Daerahnya sudah Aman dari Karhutla
Portalriau.com -PASIRPANGARAIAN- Bupati Rokan Hulu Drs.H. Achmad, MSi, memastikan wilayahnya sudah aman dari titik api kebakaran lahan dan hutan (Karlahut). Namun begitu, ia tetap mengimbau seluruh perusahaan dan masyarakat tidak membakar lahan selama musim kering. Bupati juga memberikan saran kepada seluruh perusahaan untuk menggunakan tekhnologi saat mengolah lahan, ketimbang melakukan dengan cara membakar, sebab dampak asap ini mengganggu kesehatan manusia sampai negara tetangga dan merusak lingkungan.
"Khusus bagi perusahaan, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari bersama-sama kita menjaga lingkungan daerah dari pencemaran lingkungan," demikian ajakan bupati usai Rapat Menyambut Idul Fitri di kantornya di Pasirpangaraian, Jumat (26/7/2013). Menurutnya, tim pemadam kebakaran yang diturunkan sudah berhasil memadamkan titik api di sejumlah kecamatan. "Tidak hanya perusahaan, masyarakat juga tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan," mintanya.
Sebelumnya, berdasarkan data Badan Lingkungan Hidup (BLH) Rohul, titik hotspot berdasarkan satelit NOAA sudah ditemukan sejak 19 Juli lalu. Puncaknya hotspot terbanyak yaitu pada tanggal 21-23 Juli lalu. Dampak Karlahut tersebut, Rabu dan Kamis lalu, kawasan Rohul sempat diselimuti kabut asap. Kebakaran di sejumlah kecamatan ternyata didominasi lahan perusahaan. Sayangnya, sampai hari ini belum satu pun pelaku pembakaran lahan di perusahaan yang diamankan pihak kepolisian setempat seperti terjadi di PT Torganda Tambusai Utara.
Kemudian, kebarakan lahan HTI dan perkebunan kelapa sawit milik PT. Putra Siak Makmur (PSM) Bonai Darussalam, PT. Bina Daya Bentala (BDB) Bonai Darussalam, dan di PT. Sumber Jaya Indah (SJI) Kepenuhan. Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) Rohul, Aceng Herdiana ST,MT, membenarkan titik api di daerahnya sudah habis, namun begitu pihaknya tetap waspada. "Kita tetap waspada, sebab pada musim kemarau seperti ini, banyak terjadi kebakaran lahan. Kita tetap berkoordinasi dengan Polri, TNI dan instansi lain. Jika ada titik api dipadamkan segera, sehingga tidak meluas seperti beberapa waktu lalu," jelas Aceng.***(adv/hum/red)