Camat Mandau Monitoring Karhutla 24 Jam
Himbaua larangan membakar lahan disampaikan Camat Mandau, Bengkalis. Selain itu juga dilakukan monitoring dan regu pemadam 24 jam.
DURI - Camat Mandau, H Hasan Basri, Kamis (20/2/14) mengeluarkan pernyataan tegas. Dia minta warga dan semua pihak untuk tidak membakar lahan maupun sampah di musim kemarau ini. Kalau tak hati-hati, api dengan mudah merembet. Tak hanya akan menambah panas suhu udara, kabut asap akibat pembakaran lahan dan sampah pun akan menambah tebal kabut asap.
Perlu saya tegaskan agar warga tidak membakar lahan maupun sampah di musim kemarau ini. Kabut asap tebal yang menyelimuti daearah ini merupakan dampak buruk dari kebakaran lahan yang sudah terjadi di berbagai tempat. Jangan ditambah lagi musibah ini, himbaunya.
Walau masih dalam skala tak terlalu luas, kebakaran lahan juga sudah terjadi di Kecamatan Mandau. Karenanya, selaku Camat, H Hasan Basri minta dengan sangat agar warga tak bandel lagi main api secara sembarangan. Apa lagi, dampak buruk kebakaran itu sudah dirasakan sendiri oleh warga di daerah ini. Selain itu, pembakaran lahan pun akan berdampak hukum terhadap pelakunya.
Terkait antisipasi Karhutla di kecamatan Mandau ini,Hasan Basri memastikan pihaknya telah menjalin koordinasi dengan UPT BPBD-Damkar setempat. Antara lain dengan menyiagakan Regdam 24 jam sehari-semalam. Begitu ada laporan kebakaran, Regdam langsung dikerahkan ke lapangan.
Dalam mengantisipasi Karhutla, tim monitoring pun sudah disiapkan. Begitu ada laporan, Regu Pemadam langsung diturunkan ke lapangan. Kita berharap kebakaran yang terjadi di daerah ini bisa segera teratasi dengan cepat. Mudah-mudahan tidak muncul titik api baru. Kerjasama dari masyarakat untuk tidak main bakar juga sangat diperlukan, pintaya.***(rtc)