Danrem 031/Wirabima Imbau Masyarakat Meranti Ubah Kebiasaan
Portalriau.com - SELATPANJANG - Komandan Resort Militer (Danrem) 031/Wira Bima, Brigjen TNI Nurendi, M.Si (Han) mengajak masyarakat Kepulauan Meranti untuk mengubah kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat hendaknya menyadari bahaya dari membakar lahan.
Hal tersebut disampaikan Danrem saat melakukan sosialisasi pencegahan Karlahut di Kabupaten Kepulauan Meranti, kemarin. Selama 18 tahun terakhir, Karlahut yang terjadi kata Danrem adalah akibat pola pembukaan yang dilakukan dengan cara membakar. Namun itu, faktor lain terjadinya Karlahut adalah tanpa disengaja.
Dalam sosialisasi yang dilaksanakan di aula RSUD jalan Dorak, Selatpanjang itu, Brigjen Nurendi menjelaskan lagi bahwa kebakaran lahan di Riau akibat ulah manusia ini semakin diperburuk dengan kondisi lahan yang 60 persennya merupakan gambut.
"Jika semua masyarakat membuka lahan dengan cara membakar, maka bisa menyusahkan semua, akan menganggu aktivitas penerbangan, pelayaran, pendidikan, ekonomi dan perdagangan juga penyakit akibat pencemaran udara," jelas Danrem. Untuk itu, Danrem berharap mulai dari jajaran Pemerintahan, Kepolisian, TNI, Tokoh masyarakat dan tokoh agama dapat menyampaikan secara luas kepada masyarakat bahaya dari membakar lahan dan hutan. Dan jika terjadi kebakaran atau menemui hotspot, agar dapat bahu membahu melakukan pemadaman.
"Khususnya pada 2-3 Bulan ke depan, di mana BMKG memprediksi akan terjadi musim panas panjang yang menyebabkan kekeringan serta berpotensi akan terjadinya kebakaran," kata Danrem lagi.
Menyikapi pemaparan Danrem 031/Wira Bima, Bupati Kepulauan Meranti, H. Irwan, M. Si menyambut baik sosialisasi yang dilakukan oleh Danrem dalam rangka mendukung antisipasi Karlahut di Kabupaten Meranti. Bahkan Bupati langsung memerintahkan aparatur kecamatan hingga desa segera berkoordinasi dengan Koramil dan Polsek guna membentuk kelompok masyarakat untuk memantau dan mengawasi serta memadamkan titik api.
"Saya minta kecamatan dan desa dapat berkoordinasi membentuk kelompok dalam rangka memantau dan mengawasi serta memadamkan api. Lakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya membakar lahan, mari semua lakukan aksi nyata," ajak Bupati.
Diakui Bupati, masyarakat Meranti acap kali memerun dalam membuka lahan, membakar dahan untuk mengusir lebah madu dan memasak di hutan. "Kebiasaan ini harus diubah, sesuaikan dengan kondisi cuaca jika tidak ingin terjadi kebakaran dan berurusan dengan pihak berwajib," ingatnya.
Terlihat hadir dalam sosialisasi tersebut Wakil Bupati H. Said Hasyim, Sekdakab. Meranti H. Iqaruddin, Para Asisten, Kapolres Meranti AKBP. Asep Iskandar, Dandim, para Pejabat Eselon II, III dilingkungan Pemkab. Meranti, tokoh masyarakat/Agama ,Camat dan Kades se -Meranti. (DPR/Penrem 031/Wirabima)