Dapat Bantuan Proyek APBN Pemkab Berupaya Optimalkan Produksi Padi

Dapat Bantuan Proyek APBN Pemkab Berupaya Optimalkan Produksi Padi

Portalriau.com - pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) akan berupaya mengoptimalkan produksi pada melalui bantuan proyek APBN. Tahun ini, Pemkab Bengkalis mendapatkan jatah sekitar Rp2 miliar dari APBN untuk kegiatan proyek cetak sawah, optimaliasi sawah dan penerapan sistem SRI (System of Rice Intensification). Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bengkalis H Arianto kepada sejumlah wartawan mengatakan pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan para kelompok tani calon penerima untuk pelaksanaan program tersebut. Kegiatan cetak sawah baru, optimalisasi dan penerapan teknologi RSI diplot di beberapa desa dan diharapkan sesuai dengan jadwal dari Pusat, bulan Maret ini sudah mulai terlaksana.

“Tidak semua desa yang mendapatkan program dari Pemerintah Pusat ini. Adapun beberapa desa penerima program adalah dari Desa Langkar dan Sepotong Kecamatan Siak Kecil, kemudian Desa Harapan Baru di Mandau, ada juga di Rupat dan Rupat Utara,” ujar Arianto di ruang kerjanya, Rabu (26/2). Didampingi Kabid Pengelolaan Lahan dan Air Distanak Bengkalis, Joni Syahfrin, Arianto mengatakan, untuk proyek cetak sawah diprioritaskan di Desa Langkat seluas 100 hektar, kemudian di Desa Harapan Baru 25 hektar, Batu Panjang Rupat seluas 25 hektar dan Tanjung Medang Rupat Utara seluas 25 hektar. “Kemudian untuk Desa Sepotong, mendapatkan program optimalisasi sawah dan penerapan SRI,” ujar Arianto lagi. Arianto mengatakan, proyek dari APBN itu sejalan dengan upaya dari Pemkab Bengkalis untuk menjadikan Bengkalis sebagai sentra produksi padi, khususnya di Kecamatan Siak Kecil. “Dengan produksi padi yang meningkat, maka keberadaan RPC (Rice Processing Complex) juga bisa lebih dioptimalkan,” kata Arianto lagi. Sementara itu, Joni Syafrin menambahkan mengingat waktu sudah sangat sempit, dirinya berharap kepada seluruh kelompok tani yang sudah dipilih untuk mempersiapkan segala persyaratan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tidak ada pengalihfungsian lahan. “Jangan sampai lahannya nanti dialihfungsikan pula menjadi perkebunan sawit. Sebenarnya sudah ada undang-undang yang mengatur pelarangan ini, tapi memang jarang diterapkan,” kata Joni Syahfrin./Humas

Berita Terkait

Wabup Jamri Pimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST., memimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Lapangan Diklat BKPP Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (18/06). Kegiatan…...

Wakil Bupati Labuhanbatu Ikuti Zoom Meeting Penyaluran Transfer ke Daerah Untuk Bantuan Bencana se-A

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu mengikuti Zoom Meeting Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) untuk bantuan daerah terdampak bencana se-Aceh yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam…...

Bupati Labuhanbatu Sambut Kepulangan 217 Jamaah Haji Kloter 13 di Asrama Haji Medan

MEDAN,Portalriau.com– Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM, menyambut langsung kepulangan Jamaah Haji Kelompok Terbang (Kloter) 13 asal Kabupaten Labuhanbatu di Asrama Haji Medan,…...

217 Jama'ah Haji Labuhanbatu Tiba di Bumi Ika Bina En Pabolo

Labuhanbatu,Nusa24.com- Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Bumi Ikata Bina En Pabolo saat Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menyambut kepulangan rombongan jemaah haji asal daerah tersebut, di…...

Meriahnya Perayaan 1 Suro di Desa Kampung Baru, Ribuan Warga Antusias Ikuti Kirab Budaya Jawa

Labuhanbatu, Portalriau.com- Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 1 Suro 1960 Jawa di Desa Kampung Baru,…...