Di Rohul, Gas LPG Tabung 3 KG Masih Langka
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Gas LPG ukuran 3 Kg, sampai kini masih langka di Kabupaten Rohul. Harganya bahkan capai Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per tabungnya. Bahkan anehnya, informasi di masyarakat, daerah yang belum teraliri listrik seperti di Tambusai Utara dan Bonai Darussalam gas digunakan untuk membangkit PLDT masyarakat.
Itu ditegaskan warga Tambusai Utara, Wendy, Minggu (30/11/2014) sore, Diakuinya, masyarakat di daerahnya lebih irit menggunakan gas LPG untuk listrik daripada dengan membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin maupun solar.
“Ini memang melanggar. Namun hingga kini daerah kami belum teraliri listrik PLN. Padahal anak-anak juga pengen terang dan bisa menonton televisi, kalau BBM boros,”jelasnya.
Kemudian, untuk di Kota Pasir Pangaraian, menurut Budi alias Buyung (42), harga gas KPG ukuran 3 Kg harganya capai Rp28 ribu, selain harganya naik, kemudian susah untuk mendapatkannya.
Kelangkaan gas LPG di Rohul, diakui Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskoperindag) Rohul, Hery Islamy melalui Kabid Perdagagan Ismed Harahap menjelaskan, bahwa penyebab harganya naik, akinat agen menjual gas LPG ini ke kios-kios, lalu para pedagang kecil membuat harga dengan seenaknya saja.
“Kita sudahmelaporkannya ke pihak Pertamina di Kota Medan, namun harus ada dokumen baik gambar dan pernyataan masyarakat, nantinya izin dari agen bisa dicabut pertamina,”ucapnya.
Saat ini menurut Ismet, banyak orang kaya yang juga menggunakan gas LPG ukuran 3 Kg. Padahal itu dipergunakan untuk masyarakat miskin, malahan adanya informasi, gas 3 Kg ini disuling oknum tertentu ke gas ukuran 12 Kg.
“Ditahun 2015 mendatang, Diskoperindag Rohul akan ajukan penerima gas LPG 3 Kg ini ke Kementerian Energi Sumber Daya Energi (ESDM)-RI, kini diajukan berdasarkan data Kepala Keluarga (KK) tiga tahun terkahir,”.
“Dimana sesuai permintaan Diskoperindag Rohul Nomor 518/DK-PP-Dag/307/201 pada Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Disdukcapil) Rohul, tahun tahun 2011, 134.985 KK, lalu di tahn 2012 diperkirakan 168.863 KK, tahun 2013 sebanyak 160.885 KK dan tahun 2014 sebanyak 160.919 KK dengan jumlah 557.368 jiwa, ” ujar Ismed Harhap.
Kata Ismerlagi,untuk pengajuan gas LPG 3 Kg berdasarkan data tersebut, karena hasil survey, pihaknya untuk kebutuhan rumah tangga membutuhkan 2 tabung gas per bulannya, belum termasuk usaha ekonomi rakyat seperti gorengan, bakso dan lainnya, juga dibantu dengan gas.
“Nantinya, jadi acuan kita agar tidak terjadi lagi kelangkaan gas LPG,” harap Ismed Harahap. (MPR)