Di Tengah Sulitnya Ekonomi Zandri Raup Rupiah Disaat Masyarakat Demam Batu Akik
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Walaupun saat ini tengah sulitnya ekonomi, bukan hanya dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), sulitnya perekonomian petani, namun persaingan bisnis yang semakin ketat, bisa dimanfaatkan dengan meraup rupiah, disaat masyarakat tengah demam batu akik.
Zandri Wirta, pria berusia 31 tahun asal Sumatera Barat yang mengontrak rumah petak ukuran 5 kali 12 meter di RT 02 rw 01 Desa Babussalam kecamatan Rambah, memanfaatkan momen tersebut yang ternyata bisa meraup untung lumayan.
Dengan bermodal grindra listrik dibantu seorang anggotanya, menurut Zen yang kerap akrab disapa, dirinya mampu meraih keuntungan Rp500 ribu hingga lebih setiap harinya,dengan jasa sebagai pengasah dan pembuat batu akik pesanan masyarakat. Walaupun di kawasan Pasir Pangaraian Kabupaten Rohul masih banyak pengerajin batu akik lainnya, namun bagi Zandri, keramahan melayani pesanan warga juga handalkan kemampuan yang dimilikinya mengolah batu akik, menjadi indah.
“Sejak duduk di bangku SMP, saya sudah mampu membuat batu akik, dan itu ikut bekerja dengan rekan-rekan di kampung halaman. Sejak tamat sekolah, lalu saya tekuni keahlian tersebut, hingga sampai di Rohul saat ini terus membuat batu akik sekaligus mengikatnya di cincin,” terang, Zen, , Selasa (16/12/2014), sambil tersenyum.
Batu akik sudah mulai trend di kalangan masyarakat umumnya kaum adam, sejak setahun lalu. Namun, di kawasan Kabupaten Rohul sendiri, demam batu akik baru sekitar 2 bulan terakhir ini.
“Kita sudah miliki pelanggan hingga ratusan orang, dimana batu yang diolah merupakan batu yang dibawa masyarakat, mulai batu alam dari rohul, maupun luar rohul. Batu-batu yang dianggap miliki kualitas bagus untuk dijadikan batu akik, diolah menjadi batu cincin,”tegas Zen.
Zen sendiri memgaku, dirinya bekerja mulai pagi hingga pukul 24.00 Wib. Siang hingga sore hari, dirinya melayani untuk pengasahan bahan batu yang belum jadi, hingga menjadi batu akik bagus. Sedangkan malam harinya, Zen mengerjakan pesanan pemasangan mata cincin dari batu, dari para pedagang emas, perak dan perunggu.
“Kita memang bedagang batu cicin dan pengikat, biasanya sebelum marak batu akik di Rohul, kita bedagang keliling ke pasar-pasar desa dan kecamatan di Rohul. Namun sejak banyak pesanan membuat bahkan ikatkan batu akik menjadi cincin, kita bekerja di rumah saja kini,”katanya.
Bahkan menurutnya, untuk pengasahan bahan baku batu alam menjadi sebuah mata cicin jenis batu akik, bisa capai sebulan selesai. Karena, banyaknya orderan dari pemesan yang antri. “Kita terpaksa membuat antrian, karena banyak pesanan masyarakat untuk pembuatan batu akik,”tegasnya.
Bahkan sejak hari raha Idul Fitri 2914, dirinya membuat cincin dan menerima pesanan masyarakat. Karena, dirinya menganggap hal itu sebagai potensi untuk bisa mendapatkan rezeki tambahan guna memenuhi kebutuhan keluarganya. Dalam seharinya, dirinya bisa menyiapkan 10 batu sehari untuk jasa mengasah. Kemudian untuk memasang pengikat atau cincin,seperti perak, emas, 2 hingga 3 pesanan seharinya.
Jasa sekali mengasah batu yang masih bahan baku mentah menjadi mata cincin, Zen mengenakan tarifnya Rp40 ribu per unitnya. Dirinya bisa mengerjakan 15 unit sehari semalam.
“Untuk mengikat batu yang sudah jadi, dananya tergantung bahan dan model yang digunakan. Kalau bahan perak Bali Rp20 ribu per unit, jenis titanium Rp80 ribu per unit sedangkan jenis perak murni mencapai Rp450 ribu per unitnya,”ucapnya lagi.
Zen juga mengakui, pelanggan yang mengasah maupun ikat batu akik di tempat usahanya, ada kalangan pejabat baik dari Pemkab Rohul, kepolisian, TNI, pengusaha dan masyarakat biasa. Agar bisa lebih cepat dalam melayani permintaan pesanan pelanggan, Zen juga rencananya akan menambah mesin pengasah batu akik.
Karena sudah lamanya tekuni kerajinan batu akik, Zen hafal ratusan jenis batu. Menurutnya, saat ini batu jenis Akik yang digandrugi Bacan, Solat dan Lumut, yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Karena jenis batu itu kualistasnya bagus dan harganya juga lumayan. Sedangkan untuk jenis batu mulai, kini belum banyak diminati. Selain harga tinggi dengan harga termurah bisa Rp1 juta dan termahal bisa Rp1 miliar, dan belum banyak warga yang mengetahui jenis batu dan harganya.
Hanya saja, banyak batu yang ditempah ke Zen, batu jenis lokal asli Rohul, termasuk diberi rekan atau pesanan dari Sumbar, pulau Jawa termasuk kalimantan, sulawesi juga Bengkulu. “Saya bersyukur, di tengah keterpurukan ekonomi saat ini, sang pencipta memberikan rezeki lebih ke saya dan keluarga, dampak masyarakat yang demam batu akik,”ucapnya lagi. (MPR)