Disdik Setuju Gaji Honorer Guru Sebesar UMR
BAGANSIAPIAPI - Dinas Pendidikan (Disdik) Rokan Hilir (Rohil) sangat menyetujui gaji tenaga Honorer guru yang ada di Rohil saat ini setara dengan Upah Minimum Regional (UMR) atau setara Upah Minimum Kabupaten (UMK), namun persetujuan itu akan di lihat dahulu kemampuan APBD Rohil saat ini.
Apa yang di usulkan oleh tenaga guru honorer atau guru kontrak untuk menaikan gaji sebesar UMR atau UMK saat ini, tidak menjadi persoalan dan kita sangat setuju. Dan itu sudah kita sampaikan ke Bapak Bupati, namun kita lihat dulu nanti kemampuan APBD kita, ujar Kepala Disdik Rohil, Misnawati, Senin (5/4) di Bagansiapiapi.
Menurutnya, Kenaikan gaji sebesar UMR atau UMK sudah sepatutnya di lakukan bagi para guru bantu atau honorer, apa lagi beban kerja guru saat ini cukup banyak. Sehingga gaji yang di terima saat ini tidak sesuai dengan beban kerja yang di lakukan, Sudah selayaknya gaji para guru honorer sebesar UMR, namun tentunya keingin itu tidak semata-mata bisa di realisasikan. Harus di lihat semua aspek terutama terhadap APBD Rohil, kalau saya secara pribadi sangat mendukung dan setuju kalau gaji honorer setara UMR, ungkap Misnawati mengulangi.
Dia mengatakan, Jumlah guru di Rohil saat ini sebanyak 10 ribu orang lebih, kalau di setarakan dengan gaji UMR saat ini sebesar Rp1.4 juta maka akan banyak membutuhkan anggaran di APBD Rohil. Hal itu tentunya akan membebankan anggaran APBD, sementara anggaran terhadap kebutuhan lainya masih banyak membutuhkan, saat ini anggaran Disdik yang ada di APBD Rohil sebesar Rp500 Milliar, kalau kita naikan gaji honoren dan guru kontrak setara UMR maka semua anggaran Disdik itu habis untuk pembayaran gaji saja. Sementara kegiatan lain tidak ada, hal itu yang jangan sampai terjadi, pungkas Misnawati.
Sementara, lanjutnya. Di dalam anggaran Disdik Rp500 milliar, semua kegiatan telah masuk ke dalam anggaran Disdik tersebut mulai dari gaji guru, proyek fisik, beasiswa siswa prestasi hingga menyekolahkan guru ke jenjang S1 ke luar daerah. Sehingga tidak mungkin gaji guru honorer di naikan lagi, memang kalau tujuan untuk memanjukan pendidikan di Rohil kita sangat mendukung, namun coba para guru pikirkan kalau semua anggaran disdik untuk pempajaran gaji saja. Mau di bawa kemana pendidikan kita kedepanya, timpal Misnawati.(anto)