Dishubkominfo Fungsikan Pelabuhan Baru
BAGANSIAPIAPI - Setelah sekian lama menungu, akhirnya. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) telah memfungsikan pelabuhan baru yang berada di jalan pelabuhan baru ujung, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko. Sehingga aktifitas turun naik penumpang antar pulau dan barang di pelabuhan yang selama ini di gunakan di Dermaga milik salah satu pengusaha Galangan Kapal, Oliong di pindahkan ke pelabuhan baru.
Iya, pemindahan aktifitas turun naik penumpang dan barang ini sudah kita fungsikan hari ini, setelah sebelumnya dilakukan di dermaga milik Pak Oliong,"ujar Kepala Dishubkominfo, Ibus Kasri ketika ditemui diruang kerjanya, Kamis (10/4) di Bagansiapiapi.
Menurutnya, pelabuhan yang baru tersebut di fungsikan untuk melayani turun naik penumpang yang datang dan pergi ke beberapa pulau. Seperti Pulau Halang depan dan belakang, Panipahan dan Kubu. Selain penumpang, barang yang dinaikan dan diturunkan sifatnya hanya yang bersifat kecil,"Sementara untuk barang berat termasuk barang basah seperti ikan tidak melalui pelabuhan tersebut oleh karena kafasitasnya belum mampu, tegas Ibus.
Dia mengatakan, kendati terdapat beberapa kekurangan. Namun pelabuhan tersebut akan segera dipenuhi kekurangan tersebut, sehingga warga nantinya akan dapat menikmati fasilitas dalam mengunakan pelabuhan, Sebenarnya kekurangan tidak banyak, sifatnya kerusakan kecil di pelabuhan. karena lama tak di fungsikan setelah dibangun, makanya rusak tersebut akan kita perbaiki dengan segera, ungkap Ibus
Lanjutnya, Guna melengkapi berbagai sarana dan prasarana termasuk air, pihaknya akan segera membangun sumur bor serta membuka kantin di dalam pelabuhan guna melayani penumpang yang menungu sebelum berangkat, ada keluhan dari warga saat ini yang mengaku tangga naik ke pelabuhan cukup tinggi dan menyulitkan penumpang turun dan naik. Nanti akan segera kita tinjau lagi untuk di perbaiki, beber Ibus.
Jelasnya lagi, pihaknya mengelar rapat koordinasi dengan buruh serta aparat terkait guna mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi. Supaya tidak ada terjadi bentrok, Kita lihat dulu perkembanganya. Jika berjalan lancar kita akan buat tarif buruh angkut sesuai porsinya yang barang tentu tidak merugikan penumpang. Kemudian, antar buruh dan tukang ojek juga akan kita tertipkan di posisi mereka masing-masing agar tidak saling berebutan, timpal Ibus.(anto)