Dituduh Memukul Narasumber di Diskes Riau, Wartawan Lapor Balik ke Polresta Pekanbaru
Wartawan Tabloid Garda Riau yang dilaporkan karena memukul narasumbernya di Diskes Riau, melapor balik ke Polresta Pekanbaru atas dugaan pencemaran nama baik.
PEKANBARU- Jhon Analis yang merupakan pejabat di Pemkab Kampar, melaporkan ke polisi seorang wartawan Tabloid Garda Riau Herman, atas kasus penganiayaan terhadap dirinya, beberapa waktu yang lalu di Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Polisi berjanji akan menindaklanjuti penganiayaan tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Arief Fajar Satria, membenarkan hal tersebut. Benar. Kasusnya akan kami tindak lanjuti. Terlapor akan kami panggil untuk diperiksa. Selanjutnya, penetapan tersangka akan kami lakukan,ungkap Arief Fajar kepada wartawan, Ahad (9/2/14).
Tak terima dilaporkan ke Polresta Pekanbaru dengan tuduhan penganiayaan, wartawan Herman, melaporkan balik Jhon Analis ke polisi atas pencemaran nama baik. Laporannya tengah diselidiki dengan mengumpulkan bukti-bukti.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, SIK, dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Laporannya dibuat di Sentra Pelayananan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau, Kamis (6/2), katanya.
Sebagai langkah penyelidikan, penyidik Polda Riau sudah memeriksa Herman. Ia diminta menceritakan kronologis dugaan tindak pidana yang dilakukan terlapor. Dalam waktu dekat, pelaku akan diperiksa penyidik.
Informasi dirangkum, kejadian bermula saat korban mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Senin (3/2/14) lalu. Herman berniat menjumpai dokter Lilik selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Puskesmas di Desa Koto Mesjid.
Dugaan Herman, pembangunan di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar itu, bermasalah. Sebagai jurnalis, korban ingin memberitakan itu dan berniat wawancara dengan dokter tersebut.
Sewaktu wawancara berlangsung, tiba-tiba datang Jhon dalam keadaan marah-marah. Ia meminta Herman keluar dari ruangan dokter Lilik. Permintaan itu dituruti Herman.
Setelah Herman keluar, Jhon masih marah-marah. Ia mengatai korban dengan ucapan yang tidak senonoh dan juga menyebut Herman sebagai wartawan gadungan.
Penuturan warga Jalan M Yamin, Bangkinang itu dalam laporannya, ia memang berniat wawancara ke kantornya. Namun sang sumber tidak mau dan Jhon memintanya keluar. ***(rtc)