Gong Calempong Terlama Pecahkan Rekor MURI

Portalriau.com - Bangkinang,Bersempena peringatan Hari Jadi Kabupaten Kampar ke-64 tahun 2014 maka panitia peringatan Hari Jadi Kampar bertekad memecahkan rekor Musium  Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori musik tradisional dengan “Pemukulan Gong Calempong Terlama “ di Indonesia dengan waktu selama tiga hari tiga malam atau tepatnya 72 jam 64 menit.  Kegiatan pemukulan gong calempong terlama tersebut telah dimulai sejak kemarin malam dan akan berakhir pada Hari Kamis (6/2) pukul 04.00 WIB atau berakhir menjelang adzan shubuh menggema dari menara masjid.
 
Demikian diungkapkan koordinator sekretariat panitia peringatan Hari Jadi Kabupaten Kampar ke-64 2014, Drs.Santoso,M.Pd didampingi Kabag Humas Setda Kampar, Zoraida,S.Sos,MAP ketika ditemui di kantor Bupati Kampar di Bangkinang pada Senin (3/2). Ditambahkan Santoso dan Zoraida bahwa maksud dari waktu pemukulan gong calempong terlama yakni 72 jam 64 menit adalah angka 72 merupakan angka waktu terlama pada pemecahan rekor MURI sebelumnya di Sumatera Utara berupa musik tradisional Sumatera Utara yakni pemukulan “Gondang Tujuh“ di Kota Medan. Pemukulan Gondang Tujuh di Kota Medan tersebut rekor waktunya  tercatat dalam musium rekor Indonesia selama 72 jam tanpa berhenti.
 
Sedangkan penjelasan angka “64” merupakan angka peringatan Hari Jadi Kabupaten Kampar yang ke-64 tahun 2014. Sehingga sebenarnya pemukulan gong calempong terlama di Kabupaten Kampar tersebut catatan waktunya adalah selama 73 jam 4 menit ,tetapi sebutannya 72 jam 64 menit, papar Santoso dan Zoraida. Kegiatan pemecahan rekor MURI ,pemukulan gong calempong terlama yang acaranya dipusatkan di Taman Kota Bangkinang tersebut diikuti oleh 21 group gong calempong yang berasal dari utusan 21 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Kampar.
 
Pemukulan gong calempong terlama tersebut pada prinsipnya tanpa berhenti atau berlangsung secara terus menerus baik pada siang hari maupun pada malam hari. Hanya saja telah didapat kesepakatan antara pihak MURI dan MUI Kabupaten Kampar dan pihak panitia penyelenggara bahwa pada saat berkumandangnya suara adzan hingga selesainya pelaksanaan sholat fardhu lima waktu maka kegiatan pemukulan gong calempong dihentikan  untuk menghormati waktu pelaksanaan ibadah ummat Islam, jelas Santoso dan Zoraida. (Humas Setda Kampar).

Berita Terkait

PHR Temukan Harta Karun Baru, Sumur TOPI-002 Hasilkan 795 Barel Minyak Per Hari

DURI, Portalriau.com--28 April 2026 – Di tengah tantangan penurunan produksi alami di lapangan minyak Blok Rokan, SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) justru…...

Di bocorkan warga Ini nama nama BD Narkoba di Bilah Hulu.Kapolres diminta bertindak

Labuhanbatu. Peredaran narkoba jenis Sabu sabu belum juga musnah dari bumi Labuhanbatu, entah apa yang menyebabkan hal tersebut, apakah lambannya penanganan penegak hukum, ketidak pedulian…...

PHR Santuni 50 Dhuafa dan Tuntaskan Solusi Banjir serta Jalan Rusak di South Bekasap

BENGKALIS, Portalriau.com---24 April 2026 – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyalurkan santunan kepada 50 dhuafa di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, sebagai bagian dari syukuran…...

Tokoh Masyarakat Apresiasi Kinerja Kapolres Rohil, Cepat Tanggap Tangani Persoalan di Panipahan

Rokan Hilir –Portalriau.com--- Tokoh masyarakat Kabupaten Rokan Hilir, H. Fuad dan H. Samsul, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Rokan Hilir atas kinerja cepat dan tanggap dalam…...

KAPOLRES ROHIL BERSAMA UPIKA PANIPAHAN GELAR PENANAMAN POHON DALAM RANGKA HARI BUMI SEDUNIA

Rokan Hilir – Portalriau.com--Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H. bersama unsur UPIKA Panipahan melaksanakan kegiatan penanaman…...