Habiskan Miliaran Dana APBD Siak, Masyarakat Sayangkan Eks Resto Tasik Seminai tak Termanfaatkan
''Bangunan Tasik Seminai yang dibangun dengan dana miliar rupiah dari APBD Siak, kini terbengkalai tak terurus. Banyak pengusaha yang telah mencoba, namun akhirnya memilih tutup, meninggalnya Tasik Seminai tak terawat.
portalriau.com-SIAK- Tertuju pada satu bangunan di atas bukit di Desa Tasik Seminai, Kecamatan Kotogasib di Jalan Lintas Kotogasib-Dayun, terlihat bangunan beratap hijau tak termanfaatkan. Padahal informasinya, bangunan tersebut dibuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menggunakan miliaran dana APBD Siak beberapa tahun yang lalu.
Informasi yang dirangkum riauterkinicom dari kalangan masyarakat, bangunan yang banyak ruang tempat usaha dan bermodelkan atap kubah tersebut, pernah digunakan para pengusaha, di antaranya Resto Tasik Seminai, dengan berjualan makanan khas siak. Akan tetapi tidak begitu menguntungkan.
Setelah itu, terakhir pada 2012 lalu digunakan untuk usaha makanan dan minuman serta karaoke pada malam hari. Akan tetapi usaha yang dilakukan warga keturunan Tionghoa tersebut, tidak berlangsung lama. Kini bangunan tersebut tidak pernah lagi diisi para pengusaha atau yang lainnya.
Senin (8/9/14), Adi salah seorang warga Kecamatan Kotogasib, mengatakan kepada riauterkinicom bahwa sejauh ini banyak pengusaha yang membuka usaha di sana (bangunan aset Pemda), akan tetapi tidak bertahan lama dengan berbagai macam alasan, di antaranya pengunjung tidak begitu ramai seperti yang diharapkan, adanya suasana tidak mengenakkan atau seperti ada makhluk halus yang berkeliaran.
"Sejauh ini, banyak pengusaha yang berusaha di sana. Tetapi tak laku dan mereka mimilih tutup. Alasan mereka banyak, pengunjungnya tak ramailah, ada hantulah, macam lainnya," ujar ayah anak empat tersebut.
Selain itu, Adi berharap Pemkab Siak mau melakukan renovasi dan pengembangan di lokasi tersebut, agar dapat memberikan kenyamanan dan mengundang banyak pengunjung. Apabila disewa oleh para pengusaha, usahanya dapat berjalan lama.
"Ya, selama ini bangunan tersebut tidak pernah ada perbaikan agar tidak begitu terlihat seram. Seharusnya Pemkab Siak melakukan rehap bangunan tersebut, karena walau bagai manapun juga bangunan itu adalah aset Pemkab Siak," ujar Adi.
Selain itu, keterangan Putra salah seorang pemuda di Kecamatan Kotogasib itu mengatakan kepada riauterkinicom bahwa Pemkab Siak agar dapat merancang bangunan tersebut sebagai tempat wisata, karena posisi bangunan tersebut berada di perbukitan, sehingga pengunjung atau konsumen dapat menikmati pemandangan selain menikmati makanan atau minuman yang dijual para pengusaha.
"Sebenarnya posisi bangunan itu bagus bang! Karena posisinya diperbukitan jalan lintas Kabupaten dan Provinsi. Kalau kita mau ke meranti melalui pelabuhan buton, dan ke Pekanbaru menggunakan bus AKDP dan AKAP," ujar Putra.***di lansir dari rtc/MPR.