Harga Karet Petani Anjlok, Biaya Kebutuhan Sekolah di Rohul Tidak Mencukupi
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Anjloknya harga karet sejak beberapa bulan terakhir ini, mengakibatkan petani karet tidak lagi bisa mencukupi kebutuhan sehari hari. Apalagi biaya Anak sekolah dan biaya kuliah anaknya. Ditambah rendahnya harga karet kini banyak petani karet mencari pekerjaan sambilan di Perkebunan Kelapa sawit warga,
"Padahal sebelumnya, saat harga karet diwaktu stabil mencaai Rp.15.000 hingga Rp 17.000 per kg. Disini banyak serap tenaga kerja dari Luar daerah," ujar Sukamto, Petani karet di Desa Airpanas, Kecamatan Pendalian IV Koto, Kamis (16/10/2014).
Katanya lagi, saat ini para petani plasma karet di desa Airpanas Kecamatan Pendalian IV Koto, rencananya akan meremajakan atau mereplanting kebun plasma karetnya, kini melirik komoditas Kelapa Sawit yang dianggapnya menguntungkan.
Sementara itu, diakui Kades Air Panas, Sugiono, Kamis (15/10/2014) dan Ketua KUD Wisma Tani, Masrul dan stafnya, juga ketua kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Bina Tani Makmur dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Desa Airpanas saat Studi Banding (Stuban) ke Kebun Plasma Kelapa Sawit Desa Dayo kecamatan Tandun, yang kini tengah lakukan program replanting dan telah melakukan penanaman setahun yang lalu.
Kegiatan stuban tersebut, disambut hangat Kades Desa Dayo Fitria Ruliani beserta staf, Ketua KUD Dayo Mukti Rohadi dan Tokoh Masyarakat Dayo. Bahkan Kades Dayo juga mengakui, dirinya sangat Kooperatif dan berkeinginan tingkatkan kerjasama yang baik antar desa Airpanas dan desa Dayo.
Kelompok Tani desa Airpanas sekitar ajukan proposal kepemilkian sertifikat yang sudah ganti nama dan mekanisme di lapangan ditanggapi Ketua KUD Dayo Mukti (Hendra)