Hari PGRI di Rohul 10 Guru di Umrohkan
Portalriau.com (ROKAN HULU),-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 38 tahun 2013 di Rohul, Bupati Rohul Drs. H. Achmad, MSi minta para guru harus bisa menjadi teladan bagi masyarakat, khususnya bagi pelajar-pelajar, sehingga Proses Belajar Mengajar (PBM) itu bisa berjalan efektif dan efesien Upacara hari PGRI di laksanakan di Halaman Kantor Bupati Rohul, Senin (25/11/2013), bertindak sebagai Inspektur Upacara yakni Bupati Rohul Drs. H Achmad, MSi dan Pemimpin Upacara Kabid Pemuda dan Olahraga (Pemora) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul Dahnil.
Upacara itu, dihadiri sebanyak 11400 guru, baik PNS, CPNS dan honorer, saat itu Bupati Rohul, memberikan penghargaan pada guru dan kepala sekolah terbaik sebanyak 10 orang untuk di Umrohkan ke Makkatul Mukarromah, di tambah 1 orang Stap kebersihan Disdikpora Rohul sebab dinilai telah mendukung program Bupati , karena sudah berhasil menghafal Al-Quran sebanyak 6 juz.
Bupati Rohul membacakan pidato, Ketua PGRI pusat, Sulistyo, PGRI lahir untuk memperhatikan nasib nasib guru, maka dengan adanya guru secara terorganisir maka akan kuat, ke depan jika tetap berhimpun dan berserikat, maka para guru akan berjuang dalm meningkatkan mutu pendidikan, serta mewujudkan kreatif dan insfiratif menuju kode etik guru untuk meralisaikan kurikulum 2o13.
PGRI telah menetapkan kode etik guru, jika nanti berhubungan dengan PBM, guru jangan dikriminalkan, tapi guru itu terlebih dahulu dilaporkan ke dewan kehormatan guru, sebab harus mengikuti proses kode etik sesuai dengan ketentuan dan aturan. Lahirnya PGRI tentu ada upaya untuk meningkatkan komptensi para guru, teramsuk mendudkung kesejahtaraan guru, jaminan kesejahteraan sosial, dan lainnya.
PGRI terus bekomitmen, maka perlunya sprit serta pengawasan pemerintah daerah, sehingga guru se makin baik ke depan untuk mengamalkan jati diri guru, sebagai contoh teladan di tengah-tengah masyarakat. Sebab jika mentransper ilmunya, maka guru itu harus lebih dulu benrtindak dan bersikap dengan baik.
Bupati Rohul dalam pidatonya, sempat terlihat agak marah, sebab dari belasan ribu guru itu, sebagian mereka berteduh lari dari barisan apel, sebab terik matahari sangat menyegat, padahal di zaman penjajahan itu, guru malah mebngajar dengan apa adanya. "Saya ucapan terima kasih karena PBM sudah bejalan dengan dari semua level, insya Allah tahun 2014, bangunan itu akan bisa diselesaiakan sebaiknya" kata Achmad.
Guru diminta lebih profesional, maka momentum PGRI 38 ini, profesionalime guru harus menjadi terbaik, guru menjadi panutan, sumber informasi, dan kader-kader pembangunan, sehingga anak cerdas intelektul berbasisi religus, pada anak-anak didik, mulai tingkat SLTP hingga tingkat SLTA, mereka mendapat tauhid, syariah, quran-hadis dan sejarah Islam agar mereka beriman dan bertaqwa
Usai upacara, Bupati Rohul serta sejumlah pejabat Rohul dan Fokopinda Rohul memberikan penghargaan pada para guru dan Kepala Sekolah, termasuk guru masuk masa pensiun, selain mendapat pengharggaan di umrohkan, juga mendapat sertifikat dan uang pembinaan. Terlihat hadir dalam, kegiatan itu, selain Bupati Rohul, juga hadir, Sekdakab Rohul Ir. Damri, MM, Kepala Dinas, Badan, Kantor, Forkopinda Rohul, Ketua MUI Rohul, ketua LAMR Rohul, para pelajar, belasan ribu se Rohul, stap dan lainnya.
Siswa Wajib Belajar dan Hafal Al Quran
Mulai tahun 2014 mendatang, Bupati Rohul Drs. Achmad, MSI memprogramkan agar setiap harinya dari pukul 18.00 hingga 21.30 Wib seluruh pelajar wajib belajar dan hafal Al Quran, program itu nanti dilaksanakan seluruh pelajar di rumah dan diawasi orang tuanya masing-masing. Selain belajar pendidikan umum, juga melaksanakan program hafal Al Quran. Sehingga pada jam 18.00 hingga 21.30 Wib, tidak ada anak pelajar yang nonton TV termasuk di warnet-warnet, namun seluruhnya fokus belajar di rumah.
Terlaksananya program tersebut, Bupati Achmad menyatakan akan membuat Peraturan Bupati (Perbub), sehingga program itu ke depana bisa berjalan, itu dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), cerdas, serta memiliki keimanan dan ketakqwaan (imtek). Pada program tersebut, Bupati Achmad, juga menghimbau agar guru juga ikut mengawasinya, sehingga program akan dijalankan di 2014 nanti tepat dan sesuai target sasaran. Apalagi dengan adanya program PDTW dan PDTU, di 18 sekolah STLTP dan SLTA akan diterapkan mulai 2014 mendatang, pihak tenaga pendidik bisa memberikan motovasi.
"Bila nanti program belajar di rumah diterapkan, maka tidak ada pelajar lagi berada di warnet, namun mereka harus fokus dan menjalan program tersebut bagi beragama Islam," papar Achmad. Sedangkan, menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Rohul, HM Zen terkait rencana program baru di 2014 akan diterapkan, dirinya menyatakan sangat positif, pihaknya, mendukung program itu termasuk dari seluruh tenaga pendidik agar hendaknya bisa menerapkannya bagi seluruh pelajar.
"Adanya rencana program baru Bupati Achmad di 2014, nanti seluruh sekolah tidak lagi membebani anak-anak (pelajar) berupa Pekerjaan Rumah (PR)," kata M. Zen. Anak-anak nanti fokus belajar baik pendidikan umum dan hafal Al Quran, sehingga tidak ada beban PR dari sekolah lagi, target dari program itu, anak-anak Rohul selain cerdas di pendidikan umum, juga beriman dan bertaqwa, dan saat ini program penerapan perpaduan pendidikan umum-agama di satu sekolah pertama diterapkan di Riau ini, berharap didukung seluruh elemen. (adv/hms)