Harimau Berkeliaran Di Posko Pengungsi

Harimau Berkeliaran Di Posko Pengungsi

Portalriau.com - BENGKALIS - Ratusan pengugsi korban Karhutla di Barak Aceh desa Tanjung Leban Kecamatan Bukit Batu, kini menghadapi persoalan baru. Bukan hanya soal kebun sawit dan rumah-rumah mereka yang hangus dibaham api, tapi juga soal keselamatan mereka yang ikut terancam. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis, Muchammad Djalal S.Sos Adalah ‘Tok Belang” yang sejak, Kamis lalu mendatangi lokasi posko pengungsi. Bukan hanya satu ekor, menurut sejumah saksi mata ada beberapa ekor Harimau yang menyambangi posko pengungsi. Ditengarai, bertamunya si Belang ke posko pengungsi disebabkan hutan belantara yang menjadi tempat tinggal mereka selama ini ludes terbakar. Akibatnya, binatang buas tersebut keluar dari hutan menyambangi lokasi pengungsian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Bengkalis, Much Jalal Kamis (27/2) sore membenarkan mulai berkeliarannya Harimau di sekitar posko pengungsi. “Pagi tadi (kemarin-red) sekitar pukul 07.00 WIB warga di posko pengungsi melapor ke saya, ada induk Harimau bersama anaknya melintas di posko pengungsi, lalu pergi ke hutan di sebelah posko Bukit Seludung,” terang Jalal. Berkeliarannya Harimau di sekitar posko pengungsi jelas meresahkan dan membuat takut pengungsi. Karena posko yang dihuni 37 KK atau sebanyak 105 orang warga yang juga banyak diantaranya anak-anak tersebut, hanya terbuat dari terpal.

“Warga kini memang ketakutan, apalagi posko pengungsi itu hanyalah terpal yang sulit bagi warga mencari perlindungan jika ada serangan seperti binatang buas. Dan bukan tidak mungkin, jika “si belang” kembali akan mendatangi posko itu,”ujar Jalal. Hal ini kata Jalal didasarkan atas informasi dari tetua kampung setempat, bahwa Bukit Seludung yang bersebelahan dengan Bukit Lengkung yang kini sudah ludes terbakar, adalah ‘kampung’ si belang. “Saya sudah melaporkan hal ini kepada BKSDA Propinsi Riau. Karena Harimau ini adalah binatang yang dilindungi dan domainnya BKSDA yang menanganinya. Kita hanya bisa berharap ada solusi dari BKSDA menangani masalah ini, dan warga di pengungsian bisa tenang dan aman. Tanpa dibayangi ketakutan diterkam Harimau,”ulasnya.(Humas)




Berita Terkait

PHR Temukan Harta Karun Baru, Sumur TOPI-002 Hasilkan 795 Barel Minyak Per Hari

DURI, Portalriau.com--28 April 2026 – Di tengah tantangan penurunan produksi alami di lapangan minyak Blok Rokan, SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) justru…...

Di bocorkan warga Ini nama nama BD Narkoba di Bilah Hulu.Kapolres diminta bertindak

Labuhanbatu. Peredaran narkoba jenis Sabu sabu belum juga musnah dari bumi Labuhanbatu, entah apa yang menyebabkan hal tersebut, apakah lambannya penanganan penegak hukum, ketidak pedulian…...

PHR Santuni 50 Dhuafa dan Tuntaskan Solusi Banjir serta Jalan Rusak di South Bekasap

BENGKALIS, Portalriau.com---24 April 2026 – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyalurkan santunan kepada 50 dhuafa di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, sebagai bagian dari syukuran…...

Tokoh Masyarakat Apresiasi Kinerja Kapolres Rohil, Cepat Tanggap Tangani Persoalan di Panipahan

Rokan Hilir –Portalriau.com--- Tokoh masyarakat Kabupaten Rokan Hilir, H. Fuad dan H. Samsul, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Rokan Hilir atas kinerja cepat dan tanggap dalam…...

KAPOLRES ROHIL BERSAMA UPIKA PANIPAHAN GELAR PENANAMAN POHON DALAM RANGKA HARI BUMI SEDUNIA

Rokan Hilir – Portalriau.com--Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H. bersama unsur UPIKA Panipahan melaksanakan kegiatan penanaman…...