Herman Dinilai tak Memiliki Jiwa Besar
Portalriau.com-PEKANBARU-Pernyataan kandidat Gubernur Riau (Gubri) Herman Abdullah yang menegaskan dirinya bersama calon Wakil Gubernur Riau, Agus Widayat belum mau menyerah meski hasil quick count Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) telah menetapkan dirinya sebagai pihak yang kalah ditanggapi beragam oleh pengamat politik.
Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Publik, Rawa El Amady menilai, mantan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah tidak punya jiwa kenegaraan. Selain itu, sebagai politikus juga belum matang. "Berpolitik dengan menunjukkan perlawanan bukan dengan diplomasi menunjukkan seseorang tak punya jiwa kenegaraan dan sebagai politikus dia belum matang," kata Rawa dalam obrolan dengan riauterkinicom, Jumat malam (29/11/13).
Rawa kemudian mencontohkan kematangan kepemimpinan seorang Fauzi Bowo (Foke), incumbent Gubernur DKI Jakarta yang ketika itu dikalahkan Joko Widodo (Jokowi). "Foke sangat matang, sehingga dia mendapat kesempatan menjadi Dubes," ucapnya.
Namun, Rawa menilai sebagai politisi wajar saja Herman Abdullah berbicara begitu, karena modal sudah banyak habis, namun kalah pula. Pernyataan Herman di rumah Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Tenas Effendi bisa jadi sebagai bagian untuk mengikat pendukungnya agar tidak segera lari ke Annas Maamun, peraih suara terbanyak Pilgubri putaran kedua. Ditemui terpisah, pengamat politik dari Universitas Riau (Unri) Muchid Albintani menanggapi pernyataan Herman Abdullah sebagai sesuatu pernyataan politik yang terburu-buru. Pasalnya, lembaga resmi yakni KPU Riau belum lagi mengadakan pleno tentang hasil Pilgubri putaran kedua. "Keputusan belum ke luar nak gugat ke mane?" tutur Muchid dengan logat Melayu-nya yang kental.Muchid sendiri mengaku kaget membaca berita yang menyebutkan Herman Abdullah belum menyerah sampai titik darah terakhir. "Kalau belum menyerah nape nak nuntut?" kata dosen Fisipol yang kini dalam tahap menyelesaikan studi program doktoralnya.***(son/rtc)