Jarak Pandang 50 Meter. Kabut Asap Selimuti Bagansiapiapi
BAGANSIAPIAPI - Kota Bagansiapiapi kembali diselimuti kabut asap. Lebih dirasakan lagi pada pagi hari sekitar pukul 9.00 WIB kebawah, akibatnya jarak jauh pandang hanya sekitar 50 meter.
Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dalam hal ini mengakui bahwa asap tersebut kiriman dari daerah tetangga yaitu Bengkalis dan Kota Dumai.
Ya, kita akui hari ini jarak pandang saat ini sangat dekat sekitar 50 meter. Hal itu sangat membahayakan masyarakat, lagipun kabut asap yang menyellimuti Bagansiapiapi tersebut bukan berasal dari Rohil, namun hanya kiriman dari Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai,ujar Kabid Perlindungan Hutan dan Perehabilitasi Lahan (PHPL) Dishut Rohil, Burhanuddi, Jumat (7/2) di Bagansiapiapi.
Menurutnya, Dari pantauan disejumlah daerah di Wilayah Rohil tidak ditemukan sejumlah titik api, bahkan data yang didapatkan dari Provinsi Riau terkait titik api hanya di beberapa daerah diantaranya, Kota Dumai, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hilir, dan Siak. Sementara ini Rohil nihil titik api,dari laporan data Propinsi Rohil nihil titik Api, kalau ada saat ini hanya kabut asap kiriman daerah tetangga,tegas Burhanudin.
Namun, tambahnya. Dari tanggal enam kemaren, yaitu Hari kamis (6/2, red), ada bebera titik api di Riau, yaitu Meranti dua titik api, Inhil satu titik, Inhu satu titik, dan Pelalawan Satu titik, Sementara diRohil nihil, adanya titip saat tanggal empat kemaren yaitu diwilayah Bangko pusako,dan sekarang sudah tak ada, karna telah di padamkan Tim Karhutla Rohil,ungkap Baharudin.
Untuk mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan saat ini, lanjutnya. Dishut terus melakukan pantauan,dan tiga hari belakangan dilakukan juga ngepos di kecamatan Rantau bais guna memantau perkembangan Karhutla yang terjadi disejumlah didaerah di Rohil,cetus Baharudin.
Lanjutnya, kepada masyarakat Agar tidak melakukan bakar hutan apa lagi dilahan gambut, yang mana bila terjadi sulit untuk dikendalikan. "Dalam hal ini kita juga menghimbau kepada pihak perusahaan karena besar kemungkinan kebakaran terjadi diareal yang dikelola pihak perusahaan,kata Baharuddin,(anto)