Jelang Imlek , Warga Tionghoa Banjiri Tempat Pertukaran Uang
Portalriau.com - BAGANSIAPIAPI - Warga Tionghoa Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) khususnya Bagansiapiapi memanjiri tempat penukaran uang baru, hal ini dalam rangka persiapan penyambutan hari raya imlek pada 30 Januari 2014 mendatang. Penukaran uang baru pecahan ini dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) cabang Pekanbaru selama dua hari di Bagansiapiapi, yang di pusatkan depan Agen Alisan jalan perniagaan Bagansiapiapi. Dengan pertukaran uang ini sedikit membuat jalan Perniagaan macet dan mata Warga yang melintasi semua tertuju di tempat keramaian itu. Salah satu petugas BI, di sela penukaran uang, Eridanil. Selasa (28/1) mengatakan, bahwa pertukaran uang baru pecahan puluhan ribu rupiah dalam bentuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terhadap bank. Sehingga dengan disediakan tempat khusus petukaran uang baru maka masyarakat tidak di sulitkan lagi untuk menunggu antrian.
"Penukaran uang baru dalam rangka penyambutan hari raya imlek di Bagansiapiapi, dan penukaran ini tidak saja bagi orang tionghoa namun boleh orang suku mana saja. Hal ini hanya semata untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena kalau di kantor bank masyarakat akan sulit menukar uang sebab orang ramai untuk menabung ke bank,"kataya. Dalam penukaran ini BI telah menyediakan uang baru pecahan Rp1000, Rp5000 hingga Rp20000. Yang di kawal dengan 2 anggota polisi dengan di lengkapi senjata laras panjang,"dalam pecahan ini masyarakat bebas untuk memilih uang pecahan, bahkan penukaran uang ini sering kita dilakukan setiap tahun hari besar agama,"kata Eridanil.
Sementara itu, salah warga tionghoa di sela penukaran itu, Ationg mengaku cukup senang, karna dengan adanya tempat penukaran khusus untuk uang baru masyarakat menjadi terbantu dan merasa mudah, di harapkan setiap tahun agar membuat tempat posko yang banyak lagi. Sehingga warga tidak terfokus di satu tempat,"kita cukup merasa senang dengan adanya tempat khusus penukaran uang baru, lagi pun tempat penukaran seperti ini penukaran uangnya tidak terbatas batas jumlahnya. Kalau di bank mungkin jumlahnya uang penukaranya terbatas,"kata Eridanil.(anto)