Jelang Imlek di Bagansiapiapi. Gaung Cap Gomeh Lebih Besar di Banding Imlek
TERNYATA bagi warga tiongha dalam penyambutan tahun baru cina atau lebih di kenal Imlek hanya seperti suasana hari biasa, tidak ada keistimewaan maupun kelebihan yang di siapkan oleh panitia di hari besar ini. namun berbeda dengan hari cap gomeh atau hari perjodohan ini ternyata lebih besar gaung nya dari pada hari imlek tersebut.
Bagi orang tiongha atau persukuan dan budaya cina imlek hanya suasa hari biasa, di hari ini warga tiongha hanya sebagai tempat sembahyang biasa. Namun lebih di tekankan mengadakan hari imlek di rumah masing-masing warga tiongha, namun bagi cap gomeh atau malam perjodohan warga tiongha di wajibkan untuk perkumpuul bersama-sama terutama di tempat kelenteng maupun yayasan budha.
"Biasanya setiap tahun hari imlek tidak ada keistimewaan bagi warga tiongha, namun yang lebih meriah dan besar gaungnya pada hari cap gomeh, karna di hari cap gomeh orang tiongha berkumpul dari semua penjuru dunia ke Bagansiapiapi,"ujar Humas Panitia Imlek Bagansiapiapi, Supeno alias Obaseng, Jumat (24/1) di Bagansiapiapi.
Di hari cap gomeh ini, menurut Supeno. orang tiongha jauh-jauh hari sudah mempersiapkan segalanya mulai mempercantik rumah dan pemasangan lapion, segala anak saudara dan teman dekat maupun jauh berkumpul dengan harapkan ada perjodohan yang lebih baik bagi anak keturunanya.
"Kalau hari imlek tiga hari mau hari H baru ada kerjaan atau keramaian, seperti mempersiapkan kelenteng dengan memasang balliho di semua tempat, sehingga saat ini tujuh hari menjelang imlek hanya terlihat sepi, seperti tidak ada apa-apa di Bagansiapiapi. Kalau sudah tiga hari mau imlek baru baru kelihatan ramai,"ungkap Supeno, seraya menyebutkan, kelambangan atau shio yang jatuh tahun imlek 2014 yaitu kuda kayu, di tahun kuda ini semua terlihat baik dan cepat di kabulkan tuhan segala permintaan dengan niat suci dan hati bersih.
"Tahun ini shio yang di tonjolkan kuda kayu, dalam keyakinan tiongha kuda ini akan turun semua ke bumi untuk memberikan kemudahan dan kebaikan dan Segala permintaan kita akan di permudah dan di kabulkan,"cetus Supeno.
Hari raya imlek dan cap gomeh, Supeno mengaku hari yang saling berkaitan, dan wwaktuunya hanya berjarak dua minggu atauu 14 hari. Karna di hari imleknya warga tiongha nya untuk bersembahyang dan merayakan di ruumah masing-masing, selepas itu masuk hari cap gomeh baru seluruh warga tiongha berkumpu dengan ramai dan sambil makan bersama.
"Untuk imlek dan cap gomeh ini kita panitia telah menyediakan 12 patung kuda kayu, yang akan di pajang di setiap kelenteng kota Bagansiapiapi. Dan patung tersebut baru akan di pasang tiga hari menjelang imlek, supaya patung ini dapat diabadikan oleh warga tiongha,"kata Supeno.
Pantauan Metro Riau, hampir semua sudut kota Bagansiapiapi belum ada kegiatan yang di sibukan warga tiongha untuk penyambutan imlek, termasuk di tempat kelenteng yang biasa tempat sembahyang atau pusat perkumpulan orang tiongha perayaan imlek. Hanya terlihat di bebera rumah warga tiongha yang satu persatu memasang lampu lampion, termasuk toko-toko yang ada di Bagansiapiapi banyak yang menjual lampu lampion.
Sementara pantauan untuk simbol imlek 2014, yang di abadikan orang tiongha yaitu gambar atau shio kuda kayu, juga masih di kerjakan oleh panitia imlek. Namun suudah masuk tahap penyelesaian. Hal itu juga mengigat penyambutan imlek masih cukup lama, karna bagi orang tiongha suasana keramaian imlek tersebut pada tiga hari menjelang imlek. (anto)