Kadisdik Riau Pantau UN di Dua Kecamatan di Rohil
BAGANSIAPIAPI - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Riau, Ir. Drs, H. Dwi Agus Sumarno MM, Msi didampingi Kadis Pendidikan Rohil, Misnawati SPd telah memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada hari ketiga pada tiga sekolah di dua Kecamatan di Rokan Hilir Rabu (7/5).
Adapun yang menjadi kunjungan rombongan itu yaitu Kecamatan Tanah Putih Sedinginan, dan Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan. Selain melakukan pemantauan UN di dua kecamatan, rombongan juga membahas pencarian lahan pembangunan sekolah terpadu.
Kadisdik Provinsi Riau dan Kadisdik Kabupaten Rohil dan rombongan didampingi oleh Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tanah Putih, Zaiful Kahar SPdi, SPd dan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tanjung Melawan, Aida SPd, dan disambut langsung oleh kepala sekolah dan para guru di sekolah yang dikunjungi.
Sekolah yang menjadi titik pantauan pelaksanaan UN di SMP Negeri 5 Kecamatan Tanah Putih, kemudian dilanjutkan di SMPN 6 Tanah Putih, diteruskan ke SMPN 1 Tanjung Melawan. Setelah memantau UN dan bersilaturahmi dengan para guru. Rombongan melanjutkan perjalanan ke Kampus Polyteknik yang dicanangkan yang akan berdampingan dengan sekolah terpadu yang terdiri dari SD, SMP, SMA dan SMK.
Dalam kunjunganya, Kadisdik Kabupaten Rohil, Misnawati, mengatakan bahwa dalam beberapa sekolah yang melaksanakan UN di nilai masih berjalan lancar, tertib dan aman.
Memang ada sedikit kendala, seperti soal UN ganda, dan kekurangan soal. Namun, dapat diatasi dengan cara membuat lampiran tertulis. Sehingga bisa menjadi penilaian bagi pusat nantinya, jelas Misnawati.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno menyebutkan peninjauan pelaksanaan UN selain di Kabupaten Rohil, telah memantau pelaksanaan UN di Kabuapten Meranti, Khususnya pelaksanaan UN yang kita pantau, tidak ada kendala yang mencolok, semua dapat teratasi dengan baik dan bijaksana oleh tim pelaksana UN, katanya.
Kadisdik juga menjabarkan, bahwa dalam waktu dekat ini, pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Kabupaten Rohil, akan membangun sekolah terpadu, yang diutamakan nanti untuk masyarakat miskin. Kalau pendapatnya, didekat Kampus Polyteknik yang tidak jauh dari Polres Rohil dan IPDN Rohil, menurutnya tempat tersebut sangat cocok untuk didirikan sekolah terpadu.
Sebab selain letaknya tempatnya strategis, lahan yang tersedia juga rasanya juga cukup, lahan untuk pembangunan sekolah terpadu paling tidak dibutuhkan seluas 8-10 hektare. Sekarang kan sudah ada tiga hektare, jadi tinggal mencari 1-2 hektare lagi, kata Dwi.
Dijelaskanya, apabila sekolah terpadu nanti terbangun dan terlaksana,siswa/i yang diterima adalah berasal dari keluarga miskin. Sebab, dalam sekolah ini nanti segala sesuatunya di gratiskan tanpa ada biaya semuanya sudah ditanggung oleh pemerintah Provinsi Riau, bahwa untuk para tenaga pendidik di sekolah terpadu ini nanti,guru yang bekerja keras dan mempunyai sertifikasi guru. Maka Bagi tenaga pendidik untuk tingkat SD, minimal harus S1, untuk tingkat SMP, minimalnya gurunya S2, dan begitulah seterusnya, ungkap Dwi
Dia mengatakan, apabila hal itu nanti terwujud, maka pendidikan bermutu yang diharapkan akan tercipta. Tentunya, tidak akan ada lagi anak-anak putus sekolah, dan bahwa jika tidak ada aral melintang, pembangunan sekolah terpadu di Rokan Hilir, tepatnya di jalan lintas Riau, Sumut, Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih, akan mulai dibangun pada awal 2015 mendatang. Semoga saja dapat berjalan lancar, sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama, timpal Dwi Agus Sumarno.(anto).