Kasek SDN 09 Tasik Serai Tidak Mengindahkan SK UPTD Pendidikan Pinggir
-KASEK SDN 09 TASIK SERAI TERKESAN KEBAL HUKUM.
-TARDAS SITOMPUL MEMICU KEMARAHAN WARGA TASIK SERAI.
-WARGA TASIK SERAI DATANGI SDN 09 BERAMAI-RAMAI.
Pinggir, Portalriau.com- Permasalahan dugaan tindakan Asusila yang di lakukan oleh Tardas Sitompul terhadap sekitar 11 orang guru Honornya beberapa waktu lalu hingga saat ini masih saja tetap "Panas". Apalagi selaku kasek yang sudah bertindak terlalu jauh di dalam menjalankan tugasnya di ruang lingkup sekolah. Padahal, Pihak UPTD Pendidikan Kecamatan Pinggir telah memberikan Peringatan melalui Surat Resmi kepada Tardas menyangkut jabatan selaku Kasek SDN 09 Tasik Serai.
Di tambah lagi pihak keluarga Korban sudah melaporkan permasalahan dugaan Tindakan Asusila / Pelecehan Sexual oleh Tardas tersebut ke pihak Kepolisian Sektor Pinggir. Dan pihak keluarga juga sudah bertemu langsung dengan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Bengkalis Herman Sani di ruang kerjanya di Bengkalis beberapa waktu lalu.
Akan tetapi Kasek Tardas sepertinya mengabaikan/mengacuhkan Keputusan yang di buat oleh Pihak UPTD Pendidikan Kecamatan Pinggir dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis perihal permasalahan yang sedang terjadi di ruang lingkup SDN 09 Tasik Serai dan perihal Keputusan Pemberhentian untuk sementara waktu di dalam menjalankan tugasnya selaku Kasek SDN 09 Tasik Serai.
Setelah adanya Surat resmi tentang"Penonaktifan sementara waktu" yang di buat dan di keluarkan oleh Pihak UPTD Pendidikan Kec.Pinggir terhadap Tardas Sitompul dengan Nomor 422/adm/2013/213 pertanggal 8 Maret 2013 itu, Tardas Sitompul sudah melanggar keputusan tersebut sebanyak 2 kali dengan cara Kembali masuk ke Sekolah dan melaksanakan tugasnya sebagai Kepala Sekolah. Akibat yang di timbulkan dengan masuknya kembali Tardas ke ruang lingkup sekolah membuat gejolak emosi warga kembali memuncak.
Warga Tasik Serai terlebih lagi Pihak Korban dan Pihak Keluarga Korban sudah menghargai Surat Keputusan yang di buat oleh Pihak UPTD Pendidikan Kec.Pinggir perihal Penonaktifan Tardas Sitompul selaku Kasek SDN 09 Tasik Serai. Namun, amarah warga sudah tak dapat di bendung lagi ketika mengetahui dan melihat Tardas Sitompul kembali memasuki areal Sekolah sebanyak 2 kali. Pertikaian dan adu argument pun tidak dapat di elakkan lagi. Saking marahnya dan geramnya warga terhadap Tardas Sitompul yang sudah melanggar keputusan Kepala UPTD Pendidikan Pinggir itu, warga pun hampir kalap/gelap mata terhadap Tardas. Hampir saja adu fisik dan hal-hal yang tidak di inginkan terjadi pada saat itu.
Bersyukur masih ada beberapa warga yang berpikir baik dan bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku di Negara RI ini. Warga tersebut langsung mengamankan Tardas Sitompul dari ruangan kerjanya dan dari ruang lingkup sekolah yang sudah di banjiri oleh warga yang ‘haus’ dengan sosok Pelaku Tindakan Pelecehan Sexual tersebut.
"Kami sudah memperingatkan Pak Tardas agar tidak masuk ke wilayah SDN 09 Tasik Serai ini untuk sementara waktu sampai permasalahan ini mendapatkan Solusinya. Akan tetapi beliau tidak menggubris dan tidak menghargai kami warga Tasik Serai ini. Hal tersebut kan sesuai dengan Keputusan Kepala UPTD Pendidikan Kec.Pinggir yang menyatakan, “ Untuk sementara waktu yang bersangkutan tidak melaksanakan tugasnya seperti biasa di SDN 09 Tasik Serai Kec.Pinggir Kab.Bengkalis terhitung mulai tanggal 09 Maret 2013 dengan Alasan Keselamatan yang bersangkutan", tegas Ketua RW.06 dan beberapa warga kepada Media ini beberapa hari lalu.
"Dengan di langgarnya surat keputusan Penonaktifan yang di buat dan di Keluarkan Pihak UPTD Pendidikan Kec.Pinggir oleh Tardas Sitompul, maka kami sebagai korban, keluarga korban dan warga Tasik Serai akan terus bertindak semaximal mungkin agar Kasek bermasalah tersebut tidak masuk lagi ke areal SDN 09 Tasik Serai ini. Dan kami akan terus mengusut dan memantau permasalahan ini sampai tuntas dan terjadi kesepakatan di antara Si Pelaku dugaan Tindakan Pelecehan Sexual dan Si Korban Pelecehan Sexual", ucap salah seorang tokoh yang mewakili seluruh warga Tasik Serai yang tidak mau namanya di publikasikan di media ini. (SAM / ERWIN.FN)