Kemarau, Warga Mulai Kesulitan Air Minum
Portalriau.com - BAGANSIAiAPI - Kemarau yang melanda beberapa bulan belakangan ini di wilayah Rokan Hilir, membuat sebagian warga khususnya Bagansiapiapi mulai kesulitan air untuk minum, karena rata-rata warga mengunakan air hujan dan saat ini terpaksa rela membeli air hujan tersebut untuk di minum. "Saat ini sudah hampir dua bulan terjadi kemarau, sehingga warga sudah mulai kesulitan air hujan untuk di minum. Bahkan sudah ada sebagian warga yang membeli air hujan dengan tetangga untuk di minum,"ujar Tokoh Masyarakat Bagansiapiapi, Elin M Nor. Minggu (9/2) di Bagansiapiapi. Menurutnya, Karena saat ini mayoritas. warga yang berada Bagansiapiapi telah menggunakan air hujan untuk di minum, begitu juga untuk memasak dan membilas kain cuci, hal ini karena air kran atau air tanah untuk di gunakan kurang bagus karena keruh,"di Bagansiapiapi ini sudah puluhan tahun warganya menggunakan air hujan untuk di minum, jadi sudah terbiasa sehingga susah untuk tukar ke air kran atau air tanah. Lagipun air tanah di Bagansiapiapi berkeruh,"terang Elin.
Tambah Elin, warga saat ini sudah membeli air hujan dengan warga daerah lain, karna sulitnya mendapatkan air hujan, sebab rata-rata hanya mengunakan drum atau tangki untuk menampung air hujan,"saat ini warga kalau membeli air ke tempat warga yang memiliki bak air dengan jarak yang cukup jauh, dengan harga Rp3000 per dregen. Karna rata-rata warga yang kesulitan air itu hanya mengunkan drum atau tangki, sehingga tidak cukup untuk bertahan lama,"tegas Elin. Elin juga kecewa karna setiap musim kemarau yang terjadi di Bagansiapiapi tidak ada bantuan air bersih oleh dinas terkait, selalu warga mencari air bersih untuk minum dengan membeli dengan jarak yang cukup jauh,"belum lagi harga nya, karna untuk satu dregen warga mengunakanya hanya untuk dua hari, habis itu beli lagi. Tentunya bagi warga miskin sangat memberatkan, makanya di harapkan dinas terkait dapat membantu warga dalam penyediaan air bersih di waktu kemarau saat,"kata Elin.(anto)