Kemenag Minta Para JH Rohul Pertahankan Sebagai Haji Mabrur
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Ke 246 Jamaah Haji (JH) Rohul pada musim haji 1435 H/2014 Masehi tergabung kloter yang sudah dikembalikan ke kampung halamannya pada Selasa (14/10/2014) lalu, diharapkan JH yang sudah sandang predikat Haji Mabrur bisa mempertahankan sebagai haji mabrur di masyarakat.
Itu disampaikan, Kakankemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Jumat (17/10/2014). Dikatakannya, haji mabrur adalah predikat tertinggi bagi yang melaksanakan ibadah haji. Nabi Muhammad SAW secara khusus menjanjikan bagi JH mabrur mendapatkan Syurga, dimana sesuai hadits beliau “Haji Mabrur tidak ada balasannya kecuali syurga”.
Kata Ahmad Supardi didampingi Kasi Penyelenggara Haji H Elfalisman SAg, sulit bagi kita untuk mendeteksi apakah seseorang yang melaksanakan ibadah haji memperoleh Haji Mabrur atau tidak. Karena itu jadi wewenang dari Allah SWT.
“Namun kita semua juga yakin bahwa haji mereka bukanlah Haji Mardud atau Haji yang tertolak. Setidaknya kita husnuzhzhan atau berfikir positif/baik sangka bahwa semuanya memperoleh predikat Haji Mabrur,”tegas Ahmad Supardi.
Kata Ahmad Supardi lagi, untuk memperoleh Haji Mabrur setidaknya diperlukan tiga hal, pertama pelaksanaan ibadah haji dilakukan sesuai dengan syarat dan rukunnya. Lalu kedua, memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai esensial dari ritual ibadah haji. Sedangkan yang ketiga meningkatkan Hablum Minallah dalam bentuk ibadah ritual dan juga Hablum Minannas dalam bentuk kepedulian sosial.
“Tiga hal itu haruslah jadi hiasan hidup dalam bentuk perilaku sehari-hari bagi seseorang yang telah melaksanakan ibadah haji, sehingga hidup dan kehidupannya seluruhnya diperuntukkan untuk menjalin hubungan dengan Allah SWT dan hubungan antara sesama umat manusia,” tegas Ahmad Supardi.
Sehingga diharapkan Ahmad Supardi lagi, untuk mewujudkan ini, diperlukan kerja keras dan kemauan keras, sehingga Haji Mabrur dapat dipertahankan dan bahkan dapat ditingkatkan pasca pelaksanaan ibadah haji. “Jangan sampai, waktu di Makkah memperoleh Haji Mabrur, tetapi ketika pulang ketanah air malah menjadi Haji Mardud,”himbaunya. (Hendra)