Lagi, Wartawan Jadi Tempat Pemukulan Oknum Pejabat Publik.
Portalriau.com - BAGANSIAPIAPI - Tidak suka dengan sebuah pemberitaan, Wartawan sering menjadi tempat pemukulan oleh narasumber yang merasa di rugikan. Kali ini lagi, wartawan sebuah media lokal Rokan Hilir (Rohil) yang bernama Dermawan, menjadi pemukulan oleh oknum pejabat pulik. yang tak lain seorang RT di labuhan tanga kecil kecamatan Bangko. Dermawan seorang wartawan media Posmetro rohil yang telah menaikan sebuah berita tentang kinerja Kepala Desa atau penghulu yang kurang baik. Sehingga berujung sebuah kekerasan terhadap dirinya, dan kasus tersebut saat ini sedang di tangani oleh pihak hukum setempat. Kepada Wartawan, Sabtu (18/10). Dermawan mengaku, mendapat pukulan di bagian mukanya oleh seorang RT, hal ini terkait pemberitaan yang telah di naikannya tentang kinerja seorang penghulu di Rohil. "Pemukulan saya ini ada kaitanya dengan pemberitaan yang saya naikan. Dimana berita yang saya naikan dengan judul Dewan Sorot Kinerja Kepenghuluan labuhan tangga kecil. Dan kasus ini sudah saya laporkan ke polsek bangko,"terang Dermawan. Menurutnya, saat dirinya berada di kantor posmetro Rohil di jalan pahlawan Bagansiapiapi, dirinya di hubungi kepala desa labuhan tangga kecil melalui selulernya. Untuk datang kekantor kepala desa labuhan tangga kecil, lalu dirinya pun berangkat menuju perjalanan kearah tujuannya, "Namun saat saya sampai dikantor kepala desa labuhan tangga kecil, kantor kepala desa sudah tutup dan saya pun putar langsung mengarah kerumah kepala desa dengan tujuan mencari imformasi terkaitnya pemberitaan tersebut, namun saya tidak sampai kerumah kepala desa dan saya singgah ke warung kopi, namun di warung kopi tersebut lah saya dipukul oleh oknum RT. 5 dengan menggunakan tangannya mengarah mata saya,"cerita Dermawan. Lebih jauh di terangkanya, oknum RT terebut kuat dugaan ada hubungan saudara dengan kepala desa labuhan tangga kecil, dan parahnya lagi oknum RW juga membantu RT tesebut dalam bahasa mengamcam,"bukan RT. 5 saja berperan memukul saya, RW pun ikut berperan dengan cara bersuara terhadap saya, kubunuh budak ko kian kata RW mengarah saya, namun saya diam tidak menjawab sama sekali,"timpal Dermawan.(anto)