LAMR Rohul Serahkan Hasil Tinjauan Rawa Seribu Mahato
Portalriau.com - PASIRPANGARAIAN - Pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rohul, serahkan laporan hasil tinjauan dari kawasan konservasi ikan arwana Rawa Seribu Mahato, Kecamatan Tambusai Utara (Tambut) ke Kapolres Rohul, Bupati Rohul juga Dishutbun Rohul. Nantinya, LAMR Rohul berharap laporan mereka segera ditindaklanjuti.
Informasi Ketua LAM Rohul, bahwa laporan yang diserahkan ke Kepolisian, Bupati Rohul juga Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul, merupakan hasil temuan Tim Pencari Fakta melibatkan 38 Tokoh Adat Tambusai dan Tambusai Utara di kawasan konservasi ikan arwana di Rawa Seribu Mahato, Sabtu (20/9/2014) lalu.
Selain melaporkan temuan satu eskavator yang merambah areal konservasi ikan arwana, juga terkait masalah lahan yang sudah alihfungsikan oleh oknum masyarakat dan pengusaha asal Provinsi Sumatera Utara.
“Itu juga termasuk, dengan adanya upaya mengeringkan Rawa Seribu. Disana sudah banyak dibangun kanal. Kanal itu mengeringkan kawasan konservasi ikan arwana,” jelas Ketua LAMR Rohul, H Tengku Rafli Armien S.Sos , usai pertemuan dengan Wakil Bupati Rohul, Ir. H. Hafith Syukri MM yang mewakil Bupati Achmad, bersama pejabat terkait lainnya, Rabu (24/9/2014).
“Nantinya, siapa pun yang terbukti menggarap Rawa Seribu selama itu salah, ini harus ditindaklanjuti dengan tegas,”harap Tengku Rafli.
Pada pertemuan yang digelar di aula lantai II Kantor Bupati Rohul, tokoh adat Tambusai dan Tambusai Utara, meminta agar Rawa Seribu Mahato yang sudah dialihfungsikan jadi perkebunan kelapa sawit rakyat juga pihak swasta, bisa segera dikembalikan seperti fungsi semula, sebagai kawasan konservasi ikan arwana jenis golden red yang masuk kualitas nomor dua di dunia.
Kata para tokoh adat lagi, bila ada komitmen tidak akan ada kepentingan oknum pejabat dan aparat di Rawa Seribu Mahato, tentunya itu masalah sudah selesai sejak dulunya.
Bahkan para tokoh adapt juga menyarankan, agar Pemkab Rohul segera menertibkan kawasan konservasi ikan arwana, dengan mengembalikan fungsinya, yakni membangun danau luas agar habitat ikan arwana tidak punah. Pasalnya, sisa areal di Rawa Seribu semakin menipis akibat banyak kanal dibangun di kawasan itu.
“Ini keinginan anak kemenakan kita di Tambusai dan Tambusai Utara. Karena sejak dialihfungsikan anak kemenakan di dua kecamatan kini sulit mencari nafkah lagi,” terang Ketua Tim Pencari Fakta, Mahyudin, yang juga selaku Sekretaris Lembaga Kerapatan Adat Tambusai Utara.
Informasi Ketua Bidang Ekonomi dan Hak Tradisional Melayu LAMR Rohul, H. Arzami SH bergelar Datuk Bijak Bestari juga menambahkan, bahwa latar belakang LAMR turun ke Rawa Seribu Mahato karena anak kemenakan merasakan dirugikan. Apalagi kawasan konservasi ikan arwana merupakan tanah ulayat.
Kawasan lahan konservasi ikan arwana sebutnya lagi, merupakan lokasi masyarakat mencari ikan arwana yang biasa disebut ikan kayangan. Saat musimnya, kaum pria di daerah itu turun ke rawa mencari ikan berharga mahal tersebut.
“Ini bisa diselesaikan, bila tidak ada di antara kita yang melenceng. Namun tolong agar melibatkan anak kemenakan kita dalam menyelematkan kawasan konservasi arwana. Bila tidak dilibatkan, ini tidak akan pernah selesai, karena banyak oknum bermain disana,” terang Arzami.
Pemkab Rohul Akan Segera Bentuk Tim
Sikapi hal itu, Wabup Rohul Hafith Syukri secara tegas berjanji, Pemkab Rohul konsisten dengan nasib kawasan konservasi Rawa Seribu di Mahato.
“Kita segera membentuk tim, dan nantinya hasilnya dilaporkan ke Bupati. Tim nantinya, melibatkan unsur Forkompinda dan itu sebagai bentuk keseriusan kita,” jani Hafith Syukri.
Ditanya terkait adanya saran dari sejumlah Tokoh Adat agar kanal-kanal di Rawa Seribu Mahato dibuka dan kawasan itu dijadikan danau seperti semula, diakui Wabup itu perlu dibicarakan lagi, termasuk bentuk sanksi terhadap oknum pejabat Pemkab Rohul dan oknum aparat yang diduga ikut menggarap kawasan milik negara tersebut.
“Masalah tersebut akan kita bicarakan, bila terbukti akan kita tindaklanjuti,” tegas Wabup.
Dalam pertemuan tersebut, juga dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Muhammad Munif, Kepala Dishutbun Rohul Sugiyarno, Kepala Bappeda Rohul Hen Irfan, Kepala Disnakan Rohul Marjoko, Tata Pemerintahan, Kepala DPKA Rohul Jaharudin, serta puluhan Tokoh Adat Tambusai dan Tambusai Utara.(Hendra)