Masyarakat Kecewa, Oknum PT. DRT Sebarkan Isu Dan Fitnah
Batu Enam, Rokan hilir, Portalriau.com - Masyarakat batu 6, kepenghuluan Bagan Punak Meranti,kecamatan Bangko kabupaten Rohil benar benar kecewa,lantaran di tuding atau di duga telah melakukan perambahan hutan seluas ribuan hektar dan telah memperjual belikannya kepihak luar.
Tudingan tersebut di sampaikan langsung oleh Samsudin Burhan (nara sumber) di salah satu media tempatan baru baru ini,Syamsudin Burhan yang mengaku ngaku sebagai tokoh pemuda Bagan punak tak lain tak bukan adalah salah seorang perpanjangan lidah PT.Diamond Timber Raya (PT.DRT) dan menyebarkan isu kepada masyarakat sekitarnya bahwa pihaknya telah menurunkan petugasnya dari
PT.Diamaond Timber Raya (PT.DRT) tiga orang personil Dinas Kehutanan beserta aparat (Brimob) sebanyak dua orang(12/13).
Padahal, menurut pengakuan Usman Seragih salah seorang tokoh Masyarakat saat di konfirmasi oleh Tim PortalRiau(11/13) di kediaman Itol (Tokoh masyarakat) Jl.kecamatan batu 6,yang kebetulan sedang melakukan hearing bersama pengurus lahan swadaya Masyarakat menafikan bahwa tudingan terhadap masyarakat Kepenghuluan bagan punak pesisir yang telah melakukan perambahan hutan seluas hingga ribuan hektar itu dan menjual kepihak luar itu adalah Tidak benar dan Fitnah.
”memang kami akui,masyarakat Batu 6 ada mengelola lahan untuk kami gunakan sebagai lahan bertani
dan berkebun,kami mengelolanya melalui swadaya Masyarakat yang mana jauh sebelumnya kami telah melaporkan dan meminta dukungan kegiatan dan program kami ini ke penghulu selaku aparat desa”paparnya.
“ kami masyarakat hanya mengambil tanah secukupnya saja,bukan merambah hutan seluas ribuan hektar seperti mana tudingan Syamsudin Burhan, itu tidak benar dan Fitnah. ungkapnya tegas (12/13), beritanya juga tidak berimbang, hanya mendengar sebelah pihak saja, seharusnya kami dari pihak masyarakat juga harus di konfirmasi, sambung Ramli (ketua RT setempat)dan Itol menguatkan.
Terkait turunnya Tim dari Pihak PT.DRT di lapangan seperti yang di isukan syamsudin Antara lain tim kehutanan sebanyak tiga orang dan dua orang lagi dari personil Brimob adalah Pembohongan Publik. menurut keterangan Itol yang di telepon langsung oleh samsudin burhan di saksikan masyarakat yang sedang Hearing di kediaman Itol mengatakan bahwa pihaknya dari PT.Diamond telah menurunkan tiga orang petugas kehutanan dan dua orang lagi dari Brimob, tapi kenyataan dilapangan kelima orang tersebut hanyalah karyawan PT.DRT yang di datang kan dari Bantayan.
Terbongkarnya saat kelima orang petugas Diamond mengarah pulang di hadang oleh Masyarakat dan dibawa kerumah Itol,saat di introgasi ternyata kelima petugas tersebut tidak memiliki surat perintah dari Diamond, bahkan di antaranya ada yang tidak memiliki KTP. Isam yang juga mengiringi petugas PT.DRT ketika di ajak singgah oleh masyarakat, guna menyelesaikan permasalahan,terkesan menolak dengan berbagai dalih.
“harapan kami kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan seluruh elemen yang ada, agar dapat kiranya mendukung program kami masyarakat bagan punak meranti kedepannya yang ingin membuka lahan bertani/berkebun guna mensejahterakan kehidupan masyarakat kepenghuluan bagan Punak meranti, bahkan kalau bisa seluruh masyarakat Rohil seperti mana harapan dan tekad H.Annas Maamun (Bupati
Rohil dan Calon Gubernur Riau) yang berani membela rakyat tutur Ponirin dan Paidi di hadapan hadirin.
Disaat terpisah, Samsudin Burhan saat di konfirmasi Tim Portal Riau melalui telepon seluler (13/13). terkesan mengelak untuk mengakui dari apa yang telah di sebarkannya kemasyarakat bahwa pihaknya telah menurunkan 2 orang petugas dari satuan Brimob dan tiga orang lagi dari dinas Kehutanan.
“itu tidak benar, itu hanya salah komunikasi saja,tidak ada dari petugas yang datang. melainkan hanya petugas diamaond dan security Diamond saja, selanjutnya terserah atasan saja" tandasnya menangkis. (Hen)