Menerima Bantuan Pusat 5 Miliar. Warga Pertanyakan Kapasitas Sekcam Menjadi Penghulu
Portalriau.com-BAGANSIAPIAPI - Warga Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika)Rokan Hilir mempertanyakan kapasitas Sekretaris Kecamatan (Sekcam) sebagai Kepenghuluan pulau jemur, hal ini untuk menerima bantuan dari Pemerintah pusat sebesar Rp5 miliar. Bahkan uang tersebut belum terlihat yang akan di bangun.
"Kita sebagai masyarakat mempertanyakan kapasitas Sekcam Palika yang menerima bantuan pusat sebanyak lebih kurang Rp5 miliar lalu untuk desa tertinggal di pulau jemur. Pada hal pulau jemur belum ada kepenghuluan, dan bantuan tersebut juga belum tampak yang di gunakan,"ujar Tokoh Masyarakat Panipahan Palika, Maaruf. Minggu (8/12) kemaren di Bagansiapiapi.
Menurutnya, Bantuan pusat sebesar Rp5 Miliar telah terjadi pada 3 tahun lalu untuk pulau jemur yang akan di gunakan untuk pembangunan desa tertinggal, namun pembangunan yang di kerjakan belum tampak apa yang di bangun.
"saya punya datangnya, sekcam sebagai penghulu pulau jemur. Waktu itu untuk menerima bantuan pusat itu ada ketentuanya, yaitu ada kepala Kepenghuluan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan Tokoh Pendidikan, dimana sebagai penghulu nya yaitu Sekcam, dan ada juga Bendahara Palikanya disana. Di siyalir semua tokoh-tokoh tersebut hanya orang-orang dekat dan suruhan sekcam saja, dan bantuan tersebut langsung di jemput ke pusat,"terang Maaruf.
Yang jelas, tegas Maaruf, selama ini pulau jemur belum ada kepenghuluan yang terbentuk,"namun mengapa Sekcam telah mengaku sebagai kepenghuluan di pulau jemur dan membentuk tokoh untuk menyemput bantuan kepusat, kalau benar sekcam sebagai penghulu dari mana SK dan kapan di lantiknya. Selain itu apa boleh sekcam menjadi penghulu dengan merangkap jabatan seperti saat ini,"ungkap Maaruf.
Sementara itu, Sekcam Palika, M Sidik, S, Ag. Ketika di temui membenarkan kalau dirinya sebagai kepenghuluan pulau jemur. Namun hanya sebagai penghulu persiapan menjelang adanya penghulu depenitif pulau pedamaran,"tapi saya tidak pernah menerima bantuan dari pusat sebesar Rp5 miliar untuk desa tertinggal di pulau jemur yang di tuduh tersebut, saya hanya sebagai kepenghuluan persiapan saja di sana,"ungkap Sidik.
Dikatakanya, di Kecamatan Palika telah ada enam penghulu. Hanya pulau jemur yang belum ada kepenghuluan, karna pulau jemur tersebut sedikit jauh dari penipahan dan termasuk pulau terluar,"maka nya sebagai membentuk administrasi di sana (pulau jemur, red) maka saya sebagai penghulu persiapan. Dan it sudah otomatis di jabat oleh Sekcam tampa adanya SK sebelum ada penghulu disana,"kata Sidik.
Sidik juga menuding ada pihak yang sakit hati kepada dirinya, sehingga mengimpormasikan yang tidak benar kepada publik, pada hal bantuan yang di sampaikan tidak ada turun untuk pulau jemur,"mengenai bantuan Rp5 miliar baru sekarang saya tahu, selama ini saya tidak pernah dengar ada bantuan. Hal itu hanya orang-orang yang sakit hati kepada saya,"timpal Sidik.
Assisten I Sekdakab Rohil, Wan Syarif Rusli, ketika di hubungi mengungkapkan. Bahwa hingga saat ini Kepenghuluan Pulau Jemur belum terbentuk, namun untuk pembentukan itu Perda sudah ada dan baru di sahkan. Sehingga tinggal pembentukan kepenghuluan saja, terhadap bantuan pusat tersebut harus di telusuurkan lagi.
"Terhadap adanya bantuan pusat untuk pulau jemur kita cek lagi, namun Sampai saat ini penghulu untuk pulau jemur belum di bentuk, namun perda untuk itu sudah ada. Dan tidak ada yang namanya penghulu persiapan, kalau pun ada hanya penghulu pelaksana harian (Plh, red) yang langsung di SK kan oleh Bupati."Kata Syarif.(anto)