Mengantisipasi DBD Diskes Rohul Pasang Kartu Kendali di Rumah Warga
Portalriau.com - PASIRPANGARAIAN - Guna mengantisipasi bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Diskes) Rohul memasang Control Card atau Kartu Kendali di rumah-rumah warga, dimana kartu itu dipeuntukan pemeriksaan jentik nyamuk secara berkala setiap bulannya.
Jelas Kepala (Diskes) Rohul, drg. Grifino, Kamis (11/9/2014), kartu Kendali itu sebagai satu langkah preventif dan promotif dilakukan instansinya terhadap bahaya DBD. Kartu digantungkan dekat meteran listrik PLN.
“Karena setiap bulannya, nantinya petugas Puskemas akan cek Kartu Kendali di rumah-rumah warga yang sudah bebas jentik,”tegas Grifino, saat turun langsung bersama pegawai Diskes Rohul, memasang Kartu Kendali di rumah-rumah warga di Kecamatan Rambah.
Didampingi Kabid P2PL dr Bambang serta Kasi Pemberantasan Penyakit Abu Sofyan, Grifino akui, dimasa pancaroba atau masa transisi yakni musim kemarau ke musim hujan seperti saat ini, perkembangan jentik nyamuk cukup berpotensi menyebabkan DBD.
“Kartu Kendali ini baru dipasang di rumah-rumah warga di Kecamatan Rambah. Di Kecamatan Ujung Batu dan kecamatan lain menyusul,”jelasnya, dan diakuinya lagi kartu Kendali hanya di pasang di daerah rawan DBD.
Sedangkan antisipasi lainnya, Diskes Rohul sudah membagikan bubuk abate gratis ke seluruh Puskemas. “Bagi masyarakat bisa meminta bubuk abate gratis ini di Puskemas terdekat gratis tanpa dikutip dana,” ujar Grifino, juga ditegaskannya, bila ada petugas Puskesmas yang meminta uang agar melaporkan ke dirinya langsung.
Tren DBD di Rohul Menurun
Walaupun di 2012 lalu Kabupaten Rohul sempat masuk sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) virus DBD, tetapi sejak dua tahun terakhir trend menunjukkan angka penurunan. Dari ribuan kasus selama tahun lalu, kini angka di bawah 100 kasus sampai Agustus 2014 lalu.
Kadiseks Grifino akui, bahwa dihampir semua desa di Kecamatan Rambah rawan DBD, termasuk areal Perkantoran Pemkab Rohul. Selain itu, beberapa Desa/ Kelurahan di Kecamatan Ujungbatu juga rawan DBD.
“Karena hingga kini tren DBD menurun. Dari Januari hingga Agustus 2014 hanya terdeteksi 53 kasus. Sebenarnya merata, namun terbanyak di Kecamatan Rambah,”tegasnya , juga diakui bulan Agustus lalu ditemukan 4 kasus DBD.
Grifino mengimbau, agar masyarakat Rohul untuk memfungsikan Pemberatasan Saran Nyamuk (PSN) mulai dari sekarang. Karena saat ini merupakan masa pancaroba.
“Dari sekarang, agar masyarakat memberantas sarang nyamuk seperti di tempat-tempat air bersih yang tergenang. Taburkan bubuk abate di tempat-tempat penyimpanan air,”himbaunya, serta meminta warga menanam kaleng atau botol bekas di sekitar rumah.
Grifino menambahkan, biasanya jentik nyamuk DBD rawan di rumah-rumah warga yang kesulitan air. Mereka sengaja menampung air untuk kebutuhan rumah tangganya. Dia menyarankan, agar tempat penampungan air ditutup.(Alfian)