Menghidupi 7 Anak , Sudarmanto Rela Tinggal di Warung Kecil Sekeluarga
BAGANSIAPIAPI - Beginilah nasib Sudarmanto alias Anto (43) demi menghidupkan keluarga, dirinya bersama istrinya rela tinggal di warung kecil bersama 7 anak kandungnya di jalan bintang Kelurahan Bagan Jawa Kecamatan Bangko Rokan Hilir. Sambil membuka kedai kue harian dirinya tidak merasa malu ataupun gengsi terhadap orang lain. Dalam hidup ini, anto menjalani hidup apa adanya. Namun yang penting bagi dirinya bisa untuk menghidupkan istri dan ke 7 anaknya. Maka kerja apapun yang bisa mendapatkan uang dengan jalan benar akan di kerjakaanya, yang penting mendapatkan uang untuk menafkahi keluarganya. Saya saat ini hanya tinggal di warung bersama keluarga yang berukuran 3x3 meter. Sambil membuka usaha kue sudah tiga tahun lamannya saya tinggal bersama istri dan ke 7 anak, ujar Sudarmanto, saat di sampiri Metro Riau, Rabu (19/2) di Bagansiapiapi.
Dia mengatakan, sebelum tinggal di warung tersebut bersama keluarga, dirinya telah mengontrak rumah di jalan Gajah Mada Bagansiapapi selama 15 tahun dan memmbayar uang kontrakan sebesar Rp100 ribu perbulan. Hal itu juga terlalu berat bagi anto bersama keluarga, makanya dirinya memilih untuk mencari lahan kosong untuk di buat tempat tinggal dan berjualan. Sebelumnya saya tinggal di jalan gajah mada kelurahan Bagan kota, karn merasa berat saya memilih untuk mencari lahan kosong milik warga untuk menumpang sambil membuka usaha ala kardarnya. Namun alhamdulillah dapat mencukupi makan keluarga dan membiayai anak sekolah. di samping jualan saya juga sesekali mengangkut beca, satu hari kadang-kadang dapat Rp30 ribu, sebut Sudarmanto dengan nada sedih.
Saat ini Sudarmanto telah memiliki anak sebanyak 9 orang, dan semuanya telah berdomisili di Bagansiapiapi, dimana anak tuanya 2 orang perempuan sudah Berkeluarga dan tinggal mengikuti suami. Sementara anak lainya 4 orang duduk di bangku SMP, dan 3 orangnya di bangku SD. Dan kesemua anaknya telah tinggal dan tidur di warung kecil tersebut. Kalau anak-anak pulang dari sekolah, semua ke warung. Makan dan tidur di warung ini. Karna tidak ada tempat lain lagi tempat untuk kami berteduh. Walaupun atap tempat tidur pakai tarpal namun saya tidak menjadi persoalan, yang penting ada tempat tidur saya dan istri dan anak saja. Yang asal jangan tidur di jalan saja, cetus Sudarmanto.
Sebagai orang pribumi Bagansiapiapi, dirinya merasa bersedih. Karna sudah 25 berkeluarga hingga saat ini belum memiliki tanah dan rumah. Mengadu bersama keluarga juga tidak ada perhatian. Maka dirinya memilih hidup mandiri dengan usaha apa adanya, walaupun tinggal seperti kandang hewan. Saya tidak ada merasa malu, walaupun orang banyak memandang saya tinggal di tempat seperti kandang ini. Karna gimana pun memang fakta dan apa adanya saya saat ini, ungkap Sudarmanto. Disamping itu, dengan kehidupannya saat ini dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah. Untuk memberikan tempat tinggal dan tenpat usaha yang layak. Karna sudah lama dirinya berharap bisa bebas dari kesempitan derita tersebut. Saya berharap adanya bantuan dari pemerintah, seperti tempat tinggal dan lokasi uusaha. Supaya bisa untuk menghidupkan keluarga dan ke 7 anaknya yang masih bersekolah, kata Sudarmanto.(anto)