MUI Rohil Tolak Program Pekan Kondom Nasional
Portalriau.com- BAGANSIAPIAPI - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rokan Hilir menyatakan menolak dengan program yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan RI tentang program Pekan Kondom Nasional yang dikaitkan dengan hari AIDS se-Dunia pada 1 Desember lalu, hal ini bertentangan dengan ajaran Agama Islam.
"Kita sangat menolak dan tidak setuju dengan program pekan kondom nasional yang di canangkan oleh Kementerian Kesehatan, Natfsiah Mboi. Karna telah bertentangan dengan ajaran agama Islam dan Al Quran,"ujar Ketua MUI Rohil, Drs H Wan Achmad Syaiful MSi, Rabu,(4/12).
Menurutnya, peluncuran program pekan kondom nasional suatu pemikiran yang salah. Parahnya lagi program yang diluncurkan ini telah menyakitkan perasaan ummat Islam dimana tidak berdasarkan kepada nilai Islam atau Al-Qur,an.
"Salah satunya, sayalah yang sangat kecewa dengan program ini yang saya nilai tidak ada paedahnya, saya menilai program Menkes ini hanya sekedar menghabiskan dana. Saya sarankan kalau buat program itu sebaiknya ikutlah nilai-nilai Islam, karena kita mayoritas semua umat islam. Sebab islam itu mengatur tatanan sesuai pada segala zaman,"tegas Wan Syaiful.
Lebih jauh dikatakannya, program dengan Menteri Agama memperbaiki dan meningkatkan akhlak dan mensosialisasikan bahaya HIV HAIDS dan cara menularnya, bukan malah memberikan kondom yang di canagkan saat ini, hal ini sama saja menjerumuskan kalangan muda mudi di Indonesia.
"Program ini saya nilai tidak layak di Indonesia khusus buat masyarakat Melayu Riau khususnya, program ini sangat meresahkan kalangan orang tua dan pemuka agama. apa sebab, program ini justru menjurus pada pembolehan melakukan penzinahan yang bebas,"tegas Wan Syaiful.
Ditambah Wan Syaiful, mebagi-bagikan kondom secara gratis kepada masyarakat yang belum berkeluarga, sama saja memberikan alat untuk berzina. Karna secara islam hal ini jelas tidak dibolehkan. Untuk itu, kepada generasi muda untuk berhati-hati dengan program tersebut yang jelas ada niat terselubung.
"Kepada generasi muda wanita agar mendapat menjaga diri, jangan ikut dengan program tersebut. Dan mari kita pro aktif, nilai secara baik program ini disesuaikan dengan agama kita terlebih lagi dengan tatanan hidup dan berkehidupan bermasyarakat dilingkungan ditempat kita, dan jangan ikut-ikutan budaya barat,"kata Wan Syaiful.(anto)