Oknum PNS Guru Terindikasi Tipu Warga Beringin
Portalriau.com - Pinggir - Malang benar nasib Parlan P(36), warga Desa Beringin, Pinggir, yang juga merupakan karyawan PT.Adei, KMS 4, yang harus repot mengurusi sebidang tanah yang baru saja di belinya seTahun lalu di wilayah Desa Melibur, Pinggir. Tepatnya di jalan Sekelen, Dusun Tuo RT 04/ RW 01, Desa Melibur dengan luas tanahnya 20.000 m2. Parlan P dengan di dampingi orang tuanya, Amidin(60), yang saat itu di temui awak media, Rabu(24/9), di kediamannya, menerangkan, awal nya tanah tersebut di tawarkan oleh oknum PNS Guru dengan inisial MP (42) yang bertugas mengajar di SD N 17 Desa Melibur Pinggir, kepada orang tua saya(Amidin). Dan singkatnya jadi lah tanah itu dengan harga Rp.17 juta, jelas Parlan. Lanjutnya, kemudian tanah tersebut kami kelolah dengan menanam sawit. Namun setelah berjalan 8 bulan kami beli tanah tersebut dan kami tanami sawit serta merawat sawit tersebut, ternyata ada yang memancang sebahagian tanah kami tersebut dan menyatakan bahwa itu adalah miliknya. "Atas kejadian tersebut, saya pun langsung menanyakan kepada oknum PNS (MP), karena dari dialah awalnya tanah tersebut kami peroleh", terang Parlan. Atas kejadian tersebut, singkat ceritanya kami selaku pembeli tanah sudah merasa di tipu oleh oknum PNS tersebut. Dan kami tegaskan untuk segera mengembalikan uang pembelian tanah tersebut dan mengganti segala kerugian kami. Dan surat perjanjiannya pun sudah kami buat dan telah di sepakati. Namun sampai dengan sekarang ini (24/9), perjanjian yang kami buat per tanggal 22Juli 2014 lalu tentang akan mengembalikannya uang pembelian tanah dan uang kerugiaan tersebut, tidak kunjung di penuhi, jelasnya kemudian. Sementara, Kepala Desa Melibur Amizar, yang juga tampak turut menandatangani surat pernyataan pemilikan tanah di jalan Sekelen tersebut, ketika di konfirmasi(24/9), menjelaskan, akan kita selesaikan dan kita akan cek kembali kelapangan serta mengukur kembali tanah tersebut, ungkapnya. Di satu sisi, Amidin P, sambil meneteskan air mata, mengungkapkan kekesalannya terhadap masalah yang di hadapi, gara-gara ini kami yang berkeluarga, antara anak menantu dengan saya selaku orang tua mereka selalu bertengkar di rumah. Di katakan saya, menunjukkan tanah yang bermasalah. Padahal maksud saya baiknya, ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. -efn-