Padi Suak Air Hitam Pekaitan, Rohil, Belum Mampu Cukupi Kebutuhan Masyarakat
BAGANSIAPIAPI - Krisis pangan terjadi di Kecamatan Pekaitan Rohil. Pasalnya, Kepenghuluan Air Hitam sebagai penghasil padi, belum mampu mensuplai kebutuhan masyarakat disana. Akibatnya, padi yang ada hanya untuk kebutuhan lokal saja.
Secara global, pihak kecamatan terkait berupaya mempromosikan hasil pertanian mereka, dalam berbagai kesempatan, namun sayang, sifatnya hanya memperkenalkan saja, belum mampu untuk diproduksi keluar daerah.
Ini beras ini salah satu hasil bumi dari Kecamatan Pekaitan Kepenghuluan Suak Air Hitam. Alhamduillah, kalau di Kepenghuluan Suak Air Hitam, panennya masih mendatangkan hasil, daripada kepenghuluan-kepenghuluan yang lain, ujar, Ani Nuraini, warga setempat, Kamis (1/5) di Bagansiapiapi.
Beras yang dihasilkan dari Kepenghuluan Air Hitam tersebut, ternyata baru untuk keperluan warga setempat. Sekarang kayaknya, khusus untuk didalam saja. Sebabkan, kalau semuanya keluarkan, di Kecamatan Pekaitan tu masih membutuhkan, timpalnya.
Kondisi itu dikarenakan, kepenghuluan lain dikecamatan tersebut sebagian gagal panen. Panen-panen, tapi ngak seberapa, sebagian gagal panen. Cuman di Kepenghuluan Suak Air Hitam, kalau mau dibilang nomor satu, Kepenghuluan Suak Air Hitam, tambahnya.
Jenis pada yang terkenal dari Suak Air Hitam tersebut, Sigudang asli, KKB, dan telah dikemas 10 kg dengan harga perkemasan Rp 90 ribu yang berarti harga perkilogramnya Rp 9 ribu. Harga pasaran ditempat kami memang segitu, katanya.(anto)