Pelaksanaan Shalat Adha di Rohul Dilaksanakan di 418 Titik
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Hari H pelaksanaan Shalat Idul Adha 1435 Hirjriyah di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bertepatan Minggu 5 Oktober 2014, nantinya digelar di 418 titik yang tersebar di 16 kecamatan.
Diakui Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakankemenag) Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Kamis (2/10/2014) menjelaskan, dari 418 titik lokasi Shalat Idul Adha, ada 396 titik dilaksanakan di masjid. Sisanya 22 titik, akan digelar di lapangan.
Kata Ahmad Supardi lagi, dari 418 titik lokasi Shalat Idul Adha, nantinya melibatkan 418 khatib dan 418 imam shalat sebagai pemimpin Shalat Idul Adha berjamaah.
Ahmad Supardi daidampingi Kasi Penyelenggara Syariah Martillevi Salehi, mengakui, 418 titik Shalat Idul di antaranya di Kecamatan Rambah 35 masjid dan 2 lapangan, Kepenuhan 33 masjid dan 1 lapangan, Kuntodarussalam 35 masjid dan 2 lapangan, Tambusai 40 masjid dan 1 lapangan, dan di Kecamatan Tambusai Utara dilaksanakan di 40 masjid.
Selain itu, di Kecamatan Tandun dilaksanakan 9 masjid, di Rokan IV Koto 20 masjid, Rambah Samo 30 masjid dan 2 di lapangan, Rambah Hilir 34 masjid dan 9 lapangan, Bangun Purba 25 masjid, Kabun 24 masjid, Ujung Batu 28 masjid dan 1 lapangan, sedangkan di Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam 5 masjid dan 1 lapangan.
“Kegiatan Shalat Idul Adha di Kecamatan Bonai Darussalam, dilaksanakan di 11 masjid dan 3 lapangan, untuk Kepenuhan Hulu 17 masjid, serta di Kecamatan Pendalian IV Koto 10 masjid,”ungkapnya.
Ahmad Supardi berharap, agar seluruh umat Islam di Rohul melaksanakan Shalat Idul Adha di lokasi yang telah ditetapkan. Sehingga, nantinya akan menambah semarak, serta yang terpenting meningkatkan keimanan ketaqwaan umat muslim di Rohul, juga membina ukhuwah islamiyah, persatuan dan kesatuan umat muslim di negeri seribu suluk ini.
Ditanya terkait adanya perbedaan penepatan Hari Raya Idul Adha tahun 2014 ini, Ahmad Supardi menyatakan, bahwa memang terjadi perbedaan. Namun hal itu akibat faktor perbedaan cara menghitung serta menetapkan bulan, karena diantaranya ada yang menggunakan metode hisab dan menggunakan metode rukyah.
Kakankemenag juga menjelaskan lagi,namun waktu penetapan Idul Adha keduanya sama-sama benar, walaupun pemerintah sudah menetapkan Idul Adha jatuh pada 5 Oktober 2014 mendatang. “Untuk itu, mari sikapi perbedaan ini secara arif dan bijaksana. Jangan sampai merusak ukhuwah islamiyah,”ajak Ahmad Supardi.