Pemkab Rohul Teken MoU dengan Tiga Universitas Ternama di Indonesia
Memperingati Hari Pendidikan Nasional
Pasir Pengaraian,Portalriau.com - Peringati Hari Penididikan Nasional (Hardiknas) 2013, Kamis (2/5), Pemkab Rokan Hulu komitmen
tingkatkan mutu pendidikan melalui Program Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun.
Sebagai pendukung program dalam upaya tingkatkan sumber daya manusia (SDM), Pemkab Rohul teken a momerandum of undrestanding (MoU) dengan tiga perguruan tinggi (PT) ternama di Indonesia meliputi Universitas
Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB), termasuk MoU dengan SMA Plus Provinsi Riau bagi pelajar tamatan SLTP.
Saat memimpin Upacara Hardiknas 2013 di Pasirpangaraian, Bupati Rohul Achmad, bacakan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, turut dihadiri kalangan pejabat teras, guru, ribuan pelajar, Forkompinda, Forum Gabungan Pimpinan SKPD, TNI/Polri, dan unsur lain.
Bupati Achmad mengaku komitmen menjalankan amanat undang-undang, agar seluruh insan pendidikan dan pejuang pendidikan mendapat tempat. Tidak ada alasan lagi untuk tidak bisa sekolah karena faktor kemiskinan alias putus sekolah dan drop out (DO).
Untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, Pemkab Rohul telah menerapkan pendidikan Wajar 12 tahun dengan anggarkan dana untuk bidang pendidikan sekitar 25 persen dari APBD Rohul per tahun.
Besaran dana pendidikan setiap tahunnya ini dinilai telah melebihi target Nasional, sebab itu lah Pemkab Rohul berani teken MoU dengan tiga universitas ternama di Indonesia untuk meningkatkan kualitas SDM.
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul, M Zen, Bupati Achmad mengatakan MoU dengan UGM, ITB, IPB, dan SMA Plus Pekanbaru merupakan salah satu program dalam tingkatkan kualitas SDM Rohul.
Kedepan, Pemkab Rohul juga bakal bangun kerjasama melalui MoU dengan Universitas Selangor Malaysia untuk program pendidikan magister setingkat strata tiga (S3).
Bukan itu saja, Pemkab Rohul juga tetap merancang Universitas Pasirpangaraian (UPP) agar statusnya segera ditingkatkan menjadi
Negeri. Untuk hal ini, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta. Rencana ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan lebih baik lagi, dan ditargetkan program tuntas tahun ini.
Bupati Achmad kembali tekankan bagi kalangan orang tua untuk tidak beralasan lagi tidak sekolahkan anaknya, baik bagi keluarga pra sejahtera atau miskin. Menurutnya, seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah.
Kepedulian Pemkab Rohul terhadap generasi muda disebabkan para generasi muda ini merupakan aset Bangsa dan telah menjadi lokomotif pembangunan daerah kedepan. Momen bisa dijadikan sebagai ajang koreksi dan intropeksi diri sehingga kelemahan-kelemahan pendidikan selama ini dapat diperbaiki lagi.
Selain terus tingkatkan kualitas pendidikan, tenaga pendidik juga tetap diperhatikan, termasuk peningkatan infrastruktur pendidikan
seperti gedung dan mobiler, sebagai pendukung bagi kalangan pelajar agar lebih nyaman menuntut ilmu.
Direktur Bina Hubungan Masyarakat dari UGM Yogyakarta, Ika Dewi Ana, mengatakan, meski MoU sudah diteken antara, tapi pihak universitas tetap melakukan seleksi terhadap siswa yang berkompetensi.
Setiap siswa yang akan belajar di UGM wajib melewati sistem perekrutan tes masuk seperti melalui jalur undangan, penelusuran bibit daerah, Ujian Masuk, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)(adv/HUMAS)