Pengurus IDI Rohul Gelar Seminar Kedaruratan Anak
Portalriau.com - PASIR PANGARAIAN - Setelah dilantik setahun lalu, Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Rohul memiliki komitmen terhadap kesehatan anak sesuai dengan target, Millennium Development Goals (MDGs).
Guna menjaga kesehatan anak, IDI Rohul gelar Seminar Kedaruratan Anak dengan tema ‘mari tingkatkan mutu layanan primer’ yang digelar di Hotel Sapadi Pasir Pangaraian, Rabu (24/9/2014), dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Rohul, drg Grifino, seluruh Kepala Puskemas se-Rohul, juga para dokter, bidan, perawat se Rohul dan lainnya.
Informasi Ketua Panitia pelaksana kegiatan, dr Faisal yang juga Ketua IDI Rohul mengatakan, tujuan kegiatan digelar untuk mengangkat derajat kesehatan di Kabupaten Rohul, baik itu terkait Angka Kematian Ibu (AKI) Angka Kematina Bayi (AKB) serta harapan hidup dan kecukupan gizi.
“Nantinya, para tenaga medis agar bisa memahami gejala yang timbul pada anak, juga kondisi emergensi atau tidak, dimana kasus kasus terhadap anak bisa seperti, tetanus, kejang-kejang, muntah-muntah, buang air besar mengeluarkan darah, jadi jika seperti perawatan harus lebih intensif lagi,”ungkap Faisal, yang juga Kepala Puskesmas Ujung Batu.
Sedangkan menurut Kepala Diskes Rohul, drg Grifino, kegiatan kedaruratan pada anak sangat diharapkan ada efeknya. Apalagi dengan kondisi akhir-akhir terjadinya bencana kabut asap tentunya efeknya, anak mengalami batuk-batuk, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata dan lainnya.
Dimana urgensi dari kegiatan itu, guna mengoptimalisasikan pelayanan, terutama tehadap, dokter, bidan perawat yang baru tamat, mereka mesti mengenali gejala awal tersebut.
Kata Grifino lagi, bahkan yang lebih spesifik, dimana perlunya pengenalan terhadap anak, umpanya dari umur 0-11 bulan disebut bayi punya perawatan tersendiri, Bawah Umur Tiga Tahun (BATITA), Bawah Lima Tahun (Balita), kemudian menurut. World Health Organization (WHO) 0 sampai 15 tahun dikategorikan masih anak.
“Kita telah punya tiga dokter anak di Rohul, nantinya mereka ditugaskan sebagai rujukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasir Pangaraian, bila terjadinya emergensi terhadap anak tersebut,”ucapnya.
Kegiatan itu, diikuti 300 petugas kesehatan di Rohul, mereka meminta agar Pemkab Rohul mau membiayai anggarannya bila dilaksanakan pada agenda-agenda lainnya, karena IDI Rohul sudah memperograkan kegiatan ini dilaksanakan 2 kali setahun. Dalam kegiatan itu,menghadirkan narasumber dr Ismed, SPA, RSUD Arifin Ahmad dan dr. Dedy, SPA Dosen atau Tenaga Pengajar di UNRI. (Hendra)