Perda Cerai Segera Diusulkan
Portalriau.com - BAGANSIAPIAPI - Pemkab Rokan Hilir akan segera mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang penceraian di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS), hal ini dapat menekan angka penceraian yang marak belakangan ini di kalangan PNS, Khususnya di Rohil.
"Perda Penceraian saya kira bisa di bentuk, karna penceraian ini rentan di kalangan PNS khususnya Rohil, pada hal persoalan sepele dan bisa di perbaiki namun ujungnya cerai. Maka nya penceraian di kalangan PNS ini akan kita perketat, kalau perlu harus mundur sebagai PNS kalau tetap mau cerai,"ujar Bupati Rohil, H. Annas Maamun, Usai pembukaan hari ibu, Senin (23/12) kemaren.
Menurutnya, Dalam rumah tangga penceraian tidak perlu terjadi, baik di kalangan umum, apalagi PNS, kalau kedua pihak bisa menahan diri dan berunding secara baik dan akal sehat. Maka perselisihan di dalam rumah tangga dapat di selesaikan,"Dinas terkait seperti BKD harus dapat merancangan Perda penceraian ini, kalau ada PNS yang cerai harus siap di berhentikan. Itu sangsinya, supaya tidak ada yang cerai di kalangan PNS, dalam Islam saja tidak di benarkan cerai. Kita pula yang sibuk-sibuk mau cerai,"kecam Annas.
Lebih jauh dijelaskanya, Darma Wanita Bersatu dan PKK Rohil harus dapat nantinya berperan dalam penyelesaikan rumah tangga PNS yang retak yang berujung penceraian ini, Sehingga sebelum masuk masa cerai para darma wanita dan PKK dapat menjembani,"saat ini ada 4 orang PNS yang mengajukan cerai, hal ini belum saya setujui dan tanda tangani. Kalau dapat nanti organisasi Darma Wanita bersatu dan PKK Rohil ini dapat menyelesaikan penceraian ini sebelum masuk ke pengadilan,"papar Annas. (anto).
Lanjutnya, Pemkab Rohil tidak akan mempermudah memberikan izin terhadap penceraian dalam keluarga, terutama di kalangan PNS. Maka untuk itu, PNS yang akan bercerai hendaklah be rpikir yang matang sebelum bertindak. Karna penceraian bukan suatu solusi yang tepat, namun masih banyak cara lain untuk bisa bersatu lagi,"apa lagi kedua pihak saling memiliki penghasilan, maka rentan terjadinya curiga satu dengan yang lain. Hal itu yang harus di hindari dan jangan terlalu cemburu, karna dalam keluarga banyak cobaan yang di hadapi,"kata Annas.(anto)