Perubahan Iklim. Panen Padi Rohil Terganggu
BAGANSIAPIAPI - di awal tahun 2014, Panen padi Rokan Hilir (Rohil) saat ini mengalami gangguan yaitu gagal panin, hal ini di sebabkan terjadinya perubahan iklim yang tidak menentu pada saat musim tanam padi. Sehingga. Para petani mengalami kerugian.
Demikian di tegaskan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Rokan Hilir (Rohil), Ir Muslim, Selasa (6/5) di Bagansiapiapi. Menurutnya, Perubahan Iklim yang terjadi saat ini yaitu terjadinya curah hujan yang cukup tinggi, sehingga menyebabkan ladang-ladang padi petani banyak yang terendam di genangi air.
Kemudian setelah musim banjir beberapa bulan, saat ini kemarau pula yang terjadi cukup lama. Yang menyebabkan padi petani di usia muda mengalami kekurangan air. Sehingga akhirnya banyak yang mati, ujar Muslim.
Dijelaskanya, di beberapa daerah terjadi banjir akibat tinggi curah hujan yaitu pada bulan November hingga Desember 2013 lalu, sehingga tanaman padi pada masa itu mengalami ada yang bisa panen dan ada yang gagal panen. Hal itu di karna kekeringan di beberapa daerah, sebagian petani masa itu ada yang gagal tanam dan panen sampai tiga kali seperti pada petani di kecamatan Kubu, Sinoboi dan Bangko, tegas Muslim.
Dia mengatakan, guna mengatasi perubahan iklim dan kondisi banjir di musim tanam berikutnya perlu dilakukan normalisasi saluran air primer dan skunder, serta pembuatan pintu-pintu air yang berguna menahan air dan mebgabtisipasi supaya air laut tidak masuk ke dalam perkarangan irigasi petani.
Pada musim kemarau pintu air berguna manahan air agar tidak melebur ke laut, air yang berkumpul di sawah bisa di gunakan mengairi sawah dengan di sedot mengunakan pompo. Dan pembangunan pintu air ini akan di bicarakan dengan dinas Bina Marga untuk di sampaikan ke dalam rencana Musrenbang tahun 2015, kata Muslim.(anto)