Polres Rohul Sita Dua Pistol dan 7 Peluru dari Rampok Asal Jakarta
Penangkapan dua perampok oleh aparat Polres Rohul di tempat persembunyiannya di Batam terus dikembangkan. Dua pucuk pistol berikut 7 butir perluru berhasil diamankan.
portalriau.com-PEKANBARU- Setelah menangkap Simbolon dan MS kawannya di Batam dan sempat berusaha kabur saat tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Kamis (16/1/14) lalu, Polres Rohul terus mengembangkan kasus perampokkan yang dilakukan kawanan tersebut.
Dari hasil pemeriksaan terhadap Simbolon yang merupakan warga Jakarta tersebut, polisi berhasil menyita dua pucuk pistol.
"Setelah kita tangkap, kemudian tersangka bersedia menunjukkan tempat penyembunyian dua pucuk pistol yang digunakan untuk melakukan aksi kejahatan," ujar Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Syahruddin Tanjung kepada wartawan di Pasirpangaraian, kemarin.
Dipaparkan Syahruddin, kedua pistol itu selama ini dititipkan di salah satu rumah rekannya di Libo. Kedua barang bukti itu jenis jenis standar FN warna hitam dengan peluru 6 butir selanjutnya pistol jenis revolver rakitan warna hitam degan 1 butir peluru.
"Kedua pucuk pistol disembunyikan di pohon mangga, dekat rumah warga bernama Bambang alis Pak Ella di daerah Libbo KM 32," tuturnya.
Dalam catatan Polres Rohul, Simbolon dan MS merupakan komplotan rampok yang beraksi di Desa Bonai Kec Bonai Darus Salam. Peristiwa itu terjadi pada 20 Desember 2013 dengan korban Mujiono (38). Waktu itu, korban yang memiliki usaha kedai harian ini rumah dibobol 8 orang, dua di antaranya tersangka. Pemilik rumah sempat memergoki aksi mereka.
"Namun korban langsung dipukul dengan gagang pistol. Lantas anak istrinya semua diikat dalam kamar. Komplotan ini menguras isi rumah tersebut," jelas Syahruddin.
Barang-barang yang dicuri antara lain, uang kontan Rp 17 juta, perhiasan emas, HP, rokok dan barang gadangan lainnya. Kerugian ditaksir Rp 50 juta.
"Kami berharap keterangan kedua tersangka ini akan menjadi pintu masuk untuk menangkap teman-teman pelaku. Semoga saja mereka belum kabur terlalu jauh," demikian penjelasannya.***(rtc/red)