Potensi lapangan Kerja Baru Serta Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Rokan Hulu, Portalriau.com - jadi tuan rumah lokakarya pengelola Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam dan Badan Usaha Milik Desa (UED-SP dan BUMDes) se Provinsi Riau, kegiatan itu dihelat Mulai Tanggal 2 sampai 4 Juli 2013, program ini termasuk langkah strategis untuk membuka potensi lapangan kerja baru serta meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah pedesaan.
Lokakarya tersebut, dilaksanakan di Sapadia Hotel Pasir Pangaraian, Selasa (2/6) malam, diikuti 800 peserta se Riau, sebelumnya angkatan pertama kader UED-SP dan BUMDes sudah mengikutinya yakni sekitar 400 orang terdari perwakilan Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi (Kuansing), Pelelawan dan Rohul sedangkan akan berikut pewakilan dari kabupaten lainnya.
Kegiatan ini, menghadirkan nara sumber dinilai sudah pakar yakni dari Bank Indonesia (BI) Cabang Pekanbru, Akademisi dari Kampus Unri dan lainnya, kemudian Rabu (3/6) malam, peserta ini akan melakukan makan bersama di rumah Dinas Bupati Rohul, mereka akan berdiskusi terkait prestasi dan pola managamen UED-SP dan BUMDes di Rohul bisa terkelola secara professional.
Mewakili Bupati Rohul Drs. H. Achmad, MSi yakni Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setdakab Rohul Drs. H. Syaiful Bahri, dalam sambutannya, Pemda Rohul sangat mendukung terlaksananya kegiatan ini, sebab dinilai sangat menguntungkan bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
Peningkatan ekonomi masyarakat ditunjang adanya dana simpan pinjam dipergunakan untuk peningkatan usaha masyarakat, Jelas Syaiful Bahri, program UED-SP dan BUMDes, juga dapat membuka lapangan usaha dan pekerjaan baru bagi masyarakat untuk itu bagi pengurus perlu adanya pembekalan sehingga dalam managemen kepengurusan sehingga dapat meningkat dan berperan dalam kemajuan ekonomi kerakyatan.
“Agenda tingkat provinsi Riau ini ditaja selama 2 hari ini, hendak para peserta bisa menimba ilmu dengan sebanyak mungkin, sebab kesempatan tentu sangat urgensial bagi masyarakat, khususnya pengurus, maka ketikaa mereka diterjunkan ke tengah-tengah untuk mengelolanya sudah bisa memaksimalkan program tersebut,”ujar Syaiful Bahri.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Pembberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Rohul juga bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana Drs. Budhia Kasino menerangkan, lokakarya ini akan diikuti sebanyak 800 peserta terbagi dalam 2 angkatan, angkatan pertama diikuti 400 peserta, perwakilan dari Kabupaten Kampar, Kuansing, Pelalawan, Rohul, Pekanbaru dan Dumai, sedangkan angkatan ke 2 akan diikuti peserta dari 6 kabupaten lainnya yang ada diprovinsi riau.
Dalam laporan Budhia Kasino, Rohul merupakan daerah terbaik dalam
pengelolaan UED-SP dan BUMDes, dana awalnya hanya Rp 500 juta, namun dengan terusnya berkembang program itu, di Rohul saat ini peredaran dan perputaran anggaran dana terus mengalami perkembangan mencapai 3 miliyaran.
Salah satu pertimbangan Kabupaten Rohul untuk menjadi tuan rumah dan dengan adanya lokakarya ini harapan para peserta dapat memahami akan tupoksi dalam pengelolaan dan memahami manajemen pengelolaan secara benar para peserta dapat meningkatkan pemahaman apalagi, pengurus yang terlibat dalam lembaga masyarakat yakni UED-SEP dan BUMDes.
Ketika ditannya target dan sasaran dari program tersebut, Budhia Kasino menjawab, kegiatan ini seharusnya bisa memberi efek positif bagi peserta sebab sudah menghadirkan nara sumber dinilai ahli dalam bidangnya, kemudian perwakilan kabupaten/kota se Riau hadir di Rohul bisa menerapkan ilmunya, karena program ini sangat dekat dan langsung berhubungan dengan masyarakat, harapan ke depan ekonomi rakyat dapat bergerak secara sinergi.(Rocky)