PROYEK HOT MIX KEMEN-PU DURI-KANDIS ASAL JADI

PROYEK HOT MIX KEMEN-PU DURI-KANDIS ASAL JADI

PINGGIR-Proyek pengaspalan Hot Mix Duri-Kandis milik Kemen-PU yang berasal dari anggaran APBN Tahun 2014 di wilayah Kecamatan Pinggir, Bengkalis, di duga pelaksanaannya asal jadi atau tidak memenuhi standart mutu teknis pelaksanaan pekerjaan pengaspalan dari Dinas Pekerjaan Umum.

Proyek bernilai milyaran tersebut di laksanakan oleh kontraktor, PT.Chandra Cipta Sarana, yang juga merupakan sub-kontraktor dari PT.MAM sebagai kontraktor pemenang tender proyek Hot Mix.

Pantauan tim di lapangan, pelaksanaan pekerjaan pengaspalan jalan nasional oleh PT.MAM melalui sub-kontraktornya  PT.Chandra Cipta Sarana, Kamis(22/5), tepatnya di KM 120 Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir, tampak pelaksanaan pekerjaannya tidak sesuai dengan aturan standart teknis PU. Lapisan aspal yang akan di overlay dengan jenis aspal AC-BC, permukaan aspal nya tidak dibersihkan terlebih dahulu. Sehinggah debu-debu jalan  dan kotoran yang terlepas masih tetap di badan jalan, dan langsung diberi prime coat / tack coat.

Dan bukan itu saja, pantauan tim dalam hal untuk pengendalian lalu lintas serta penempatan rambu-rambu lalulintasnya pun tidak ada di laksanakan oleh pelaksana pekerjaan tersebut. Sehingah membuat beberapa pengguna lalulintas ada yang dengan tidak sengaja melintas di aspal yang baru beberapa menit saja digelar dan digilas oleh TR. 

Jelas teknis pekerjaan pengaspalan yang di laksanakan oleh PT.Chandra Cipta Sarana tersebut tidak sesuai dengan standar teknis yang di sarankan oleh kedinasan Pekerjaan Umum, dalam hal syarat-syarat pekerjaan aspal.

Dan parahnya, saat pelaksanaan pekerjaan pengaspalan di KM 120 tersebut, tampak di lokasi pekerjaan juga ada tim konsultan pengawas, akan tetapi hanya dibiarkan saja pekerjaan pengaspalan tersebut tanpa ada pembersihan lokasi yang akan di aspal. 

Dengan demikian, pelaksanaan yang tidak memenuhi syarat-syarat pekerjaan aspal yang dilaksanakan oleh PT.Chandra Cipta Sarana, serta adanya pembiaran yang dilakukan oleh konsultan pengawas, jelas menimbulkan hasil pekerjaan aspal yang tidak baik pula. Dan otomatis aspal tersebut akan mudah rusak kembali, dan menimbulkan kerugian kepada masyarakat serta Negara.                           -efn-    
 
 

Berita Terkait

Wabup Jamri Pimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST., memimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Lapangan Diklat BKPP Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (18/06). Kegiatan…...

Wakil Bupati Labuhanbatu Ikuti Zoom Meeting Penyaluran Transfer ke Daerah Untuk Bantuan Bencana se-A

Labuhanbatu, Portalriau.com- Wakil Bupati Labuhanbatu mengikuti Zoom Meeting Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) untuk bantuan daerah terdampak bencana se-Aceh yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam…...

Bupati Labuhanbatu Sambut Kepulangan 217 Jamaah Haji Kloter 13 di Asrama Haji Medan

MEDAN,Portalriau.com– Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM, menyambut langsung kepulangan Jamaah Haji Kelompok Terbang (Kloter) 13 asal Kabupaten Labuhanbatu di Asrama Haji Medan,…...

217 Jama'ah Haji Labuhanbatu Tiba di Bumi Ika Bina En Pabolo

Labuhanbatu,Nusa24.com- Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Bumi Ikata Bina En Pabolo saat Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menyambut kepulangan rombongan jemaah haji asal daerah tersebut, di…...

Meriahnya Perayaan 1 Suro di Desa Kampung Baru, Ribuan Warga Antusias Ikuti Kirab Budaya Jawa

Labuhanbatu, Portalriau.com- Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang bertepatan dengan 1 Suro 1960 Jawa di Desa Kampung Baru,…...