pupuk bersubsidi sering dikeluhkan masyarakat
Rengat portalriau.com - Pupuk bersubsidi di kabupaten Indragiri Hulu (INHU) sering dikeluhkan masyarakat karena langka untuk didapat. Menurut pantauan LSM Jagat Merah Putuih Indonesia, Pemerintah Kabupaten indragiri hulu lalai tentang Pengawasan Pupuk dan Pestisida.
Menurut ketua Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM) Jagat Merah Putih Indonesia, Suharmani.SP, tentang pupuk dan pestisida merupakan sarana produksi yang sangat menentukan dalam pencapaian sasaran produksi nasional. Namun setelah ditijau kelapangan berbeda apa yang di harapkan oleh masyarakat, masyarakat menilai pemerintah tidak menyalurkan pupuk bersubsidi secara presedur.
pupuk bersubsidi tidak jelas penyalurannya dan dinilai lemah, sedangkan selaku pengawasan terhadap pupuk bersubsidi lalai atau memang sengaja pihak oknum distributor dan pengecer bermain dalam penyaluran pupuk bersubsidi, kata suhar.
Ditambahkan lagi oleh suharmani.SP yang sehari-hari dipanggil Kang Su, adapun Tugas KP3 penggunaan pupuk dan pestisida di wilayah masing-masing baik melalui pemantauan langsung maupun tidak langsung terhadap penyediaan dan penyaluran pupuk.
KP3 juga memiliki fungsi untuk mengkoordinasikan kegiatan masing-masing instansi/unit kerja terkait yang melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap pupuk dan pestisida. Yang meliputi pengadaan, peredaran, penggunaan, mutu, harga, jumlah, penyimpanan, penyaluran dan efek samping yang ditimbulkan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan sekitar, ungkapnya.
Harapan dalam pemantauan yang dilakukan LSM MPI Selain itu sepantasnya pupuk dan pestisida bersubsidi hanya diberikan kepada petani yang masuk dalam daftar Rencana Defenitif Kebutuhan kelompok (RDKK). (lang/put)