Ribuan Jamaah Hadir Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAMIC Pasir Pangaraian
Advetorial Rokan Hulu
|
|
|
Portalriau.com-ROKAN HULU -Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad, SAW di Masjid Agung Madani Islamic Center (MAMIC) Pasir Pangarian dihadiri ribuan umat Islam dari berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Rohul, Selasa (14/1/2014).
Kegitan Tabligh Akbar, kali ini selain dihadiri Bupati Rohul Drs. Achmad, MSi, juga dihadiri Wakil Bupati Rohul Rohul Ir. H. Hafith Syukri, MM, Sekdakab Rohul Ir. Damri Harun, MM, Ketua PKK Rohul, Wakil Ketua DPRD Rohul Erizal, ST, Ketua MUI Rohul Drs. H. Hasbi Abduh, juga ketua KR3S Rohul Hj. Maghdalisni Achmad, Ketua LAM Rohul HT Rafli Armen, S.Sos, Forkopinda Rohul, Kepala Dinas, Badan, Kantor serta ribuan masyarakat dan pelajar lainnya.
Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad, SAW, tampil sebagai penceramah Al-Mukarrom, KH. DR. Anwar Sanusi, mengambil thema "Membangun Rokan Hulu Dengan Teladan Rasulullah SAW Yang Agung"
Bupati Rohul, berharap ilmu yang disampaikan penceramah, dapat diamalkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, kemudian bisa memberikan pengetahuan agama Islam bagi masyarakat Rohul.
Terang, Bupati Rohul, kegiatan maulid sebagai aktifitas rutin Pemkab Rohul, tapi momentum peringatan ini perlu diamalkan dan diaflikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan Achmad, pada warganya, umat Islam harus secara intensif bisa memanfaatkan waktu, sebab waktu sangat berharga, jangan tunggu-tunggu beribadah kalau ada waktu lowong, maka waktu kosong tidak akan pernah ditemukan, maka lowongkanlah waktu untuk beribadah.
Komitmen Pemkab Rohul pada pendidikan Agama, sebab generasi muda saat itu terjadi krisis moral, maka masuk tahun 2014 pendidikan ke SMP dan SMA, dalam satu Tiga sampai Empat jam mendapat pendidikan Agama dengan pendidikan, Tafsir Hadits, Sejarah Islam, Fiqih dan Akidah Akhlak.
Pemkab Rohul, selain membangun mental spritual masyarakat, untuk beragama Islam, tapi juga melakukan pembangunan infrastrukturnya, program itu untuk menangkis perkembangan zaman, kemudian perlu pelaksanaan pendidikan agama secara konfrehensif.
"Umur anak SMP dan SMA umur transisi, kita harap anak-anak ini bisa mereka jadi imam di rumahnya, kita harap tidak ada lagi anak-anak buta baca tulis Al-quran," kata Achmad.
Para orang tua harus relakan anaknya untuk didik disekolah untuk memperoleh pendidikan agama, sebab ilmu itu nur, nur itu cahaya, cahaya itu terang-benderang, untuk memberi pencerahan yang cemerlang bagi masyarakat Rohul.
Kemudian guru-guru, Untuk PTDW dan PDTU, mereka orang profesional, jadi jika siang mereka di gunakan anak-anak sekolah, malam harinya mereka mengajar masyarakat, maka Kades harus bisa memanfaatkan itu untuk pencerahan masyarakat.
Lanjut Achmad, untuk pelaksanaan fhardu kifayah di tengah-tengah masyarakat, maka jika orang tua anak-anak meninggal, mereka itu mampu melaksanakan fhardu kifayah itu terhadap kedua orang tuanya, jadi anak-anak ini akan diajari dengan ilmu fhadu kifayah atau penyelenggaraan zenajah yakni, memandikan, mengakafani, menshalatkan dan menguburkan zenajah.
"Maka dengan ilmu mereka bisa melaksanakan sebagai bukti pengabdian terakhir sebagai seorang anak pada orang tuangnya, Kita ini Negeri Seribu Suluk dan Negeri Berdzikir, makan harus kita bukxCtikan kita orang yang komitmen mengamalkan ajaran Islam," terang Achmad.
Tidak itu saja, konsistensi Pemkab Rohul tahun 2014 dalam menciptakan Rohul agamais, terapkan pertanggalan Islam untuk mengingat peristiwa dan sejarah perkembangan dalam Islam itu.
Kemudian, al-Mukarrom Al-ustadz KH DR. Anwar Sanusi, momentum maulid Nabi ini umat Islam jangan sampai terprpokosai terkait politik, tahun 2014 ini tahun politik, jangan sempat umat digolongkan Islam harus bersatu-padu.
"Muhammad, harus dijadikan sebagai idola dan uswatun hasanah bagi masyarakat dengan mempelajari, sejarahnya, umat harus mencintai Muhhammad SAW," ujar Sanusi.
Sanusi menghimbau agar masyarakat Rohul bisa mendukung program Bupati Rohul dalam program keagamaan, sebab di Indonesia ini jarang ada seperti respons Pemerintah Daerah atau kepala daerah terhadap pengembangan dakwah Islamiyah. (adv/hms/red).