Rohil Mulai Diselimuti Kabut Asap
BAGANSIAPIAPI - Dalam beberapa hari ini, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terus mengalami meningkat. Sehingga beberapa wilayah yang ada di Rohil saat ini mulai di selimuti kabut asap. Dinas Kehutanan (Dishut) Rohil dalam hal ini bersama aparat setempat sedang melakukan pemadaman api di lapangan.
Beberapa wilayah Rohil saat ini sudah mulai tampak di selimuti kabut asap, kabut ini mulai terlihat dari pukul 7.00 pagi hingga 10.15 Wib. Namun kabut asap saat ini belum terlihat tebal dan menganggu aktifitas masyarakat. Saat ini kita (Dishut, red) bersama aparat setempat sedang berada di lapangan untuk melakukan pemadaman, ujar Kadis Dishut Rohil, Melalui Kabag Pengendalian dan Perehapan Lingkungan, Burhanudin Hasan, SH. Kamis (19/6) di Bagansiapiapi.
Kabut asap yang mulai terasa, menurutnya. Berada pada pemungkiman penduduk dan ibu kota Rohil Bagansiapiapi, karna di lokasi tersebut telah ada lahan yang terbakar. Sehingga asap cepat memasuki ibu kota tersebut, namun saat ini pihak terkait telah berada kelapangan untuk melakukan pemadaman, saat ini ada lahan kawasan hutan yang terbakar di sekeliling kota Bagansiapiapi, seperti di Kecamatan Bangko dan Sinoboi, tepatnya di desa Labuhan tangga besar, desa serusa,di dua lokasi ini ada beberapa titik api yang cukup luas, sehingga mengakibatkan kabut asap di ibu kota, terang Burhanudin.
Dia mengatakan, secara garis besar titik api di Rohil terus mengalami peningkatan, hal ini dikarnakan masyarakat telah melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Pada hal sebelumnya telah di himbau untuk tidak membakar lahan di saat musim kemarau saat ini, hasil tinjauan di udara Bapak Bupati dan Polresbaru baru-baru ini, ada warga yang telah membakar lahan. Dan langsung di tangkap oleh polisi, ini suatu contoh yang tidak baik, sudah jelas saat ini musim kemarau malah membakar lahan, sebut Burhanudin.
Lebih jauh di katakanya, titik api yang terpantau saat ini ada 25 titik panas, jumlah tersebut mengalami peningkatan dan tersebar di beberapa wilayah kecamatan, namun regu pemadaman kebakaran mulai melakukan pemadaman api mulai organisasi MPA, Dishut, Polres, TNI dan masyarakat setempat, Saat ini hotspot atau titik api Rohil meningkat menjadi 25 titik api, hal ini terpantau dari satelit NOAA 18 ASMC singapura, sebut Burhanudin.
Sejauh ini wilayah Rohil, jelasnya. sudah lama tidak di guyur hujan yang cukup lama, sehingga api akan mudah untuk membakar lahan yang kering sekelilingnya. Untuk itu masyarakat harus waspada dengan kondisi yang ada saat ini, jangan membakar lahan pada cuaca yang lagi panas dan akan mengakibatkan Karhutla besar lagi terjadi di Rohil, dan akan sulut untuk di padami.
ruas hutan yang terbakar saat ini ada beberapa wilayah yaitu Kecamatan Pasir limau kapas sebanyak 7 titi api tepatnya di desa sai daun, Kecamatan Bangko sebanyak 4 titik yaitu di desa Bagan Timur, labuhan tangga besar, Serusa, Kecamatan Sinoboi 1 titik, Kemudian kecamatan Kubu sebanyak 2 titik api tepatnya di desa teluk piai, Kecamatan Kubu Darusalam sebanyak 7 titik api, tepatnya di desa rupat kiri, Sei Majo dan desa jojol, kemudian Kecamatan Bagansinembah 2 titik api, tepatnnya di desa balam sempurna, Kecamatan tanah putih 1 titik tepatnya desa ujung tanjung, dan kecamatan Pujud 1 titik api tepatnya desa air hitam, rinci Burhanudin.
Untuk itu, tambahnya. masyarakat saat ini di minta jangan memakar lahan, apa lagi saat ini kondisi terus bertambah. Karna hujan tidak ada turun bebera bulan ini. Biasanya kalau sudah lahan terbakat akaan sulit di padami oleh manusia, kecuali hujan turun baru dapat di padamkan, maka jangan melakukan pembakaran lahan, kondisi saat ini harus kita jaga bersama jangan sampai daerah kita terkena asap lagi, seperti yang terjadi seperti tahun lalu. Apa lagi kita dalam tidak lama lagi akan memasuki bulan ramadhan, makanya kita jaga bersama supaya tidak terjadi Karhutla lagi, beber Burhanudin.
Disingung kendala saat ini, Burhanudin mengaku hanya pada biaya operasional dan uang makan anggota di lapangan. Karna saat ini anggaran untuk bencana alam belum bisa di cairkan. Untuk menutupi itu pihaknya meminjam uang yang ada sesama dinas, saat ini kendala kita kepada biaya operasional dan uang makan, kalau peralatan karhutla sudah sangat banyak. Bahkan di bantu oleh alat_alat dari pihak angkatan, pungkas Burhanudin.(anto)