Rotan Rohil Masih Banyak Belum Dimanfaatkan Buat Kerajinan
BAGANSIAPIAPI - Meski hutan-hutan di kabupaten Rokan Hilir (Rohil) semakin menipis, bahkan hutan Rohil juga saat ini banyak ditumbuhi berbagai jenis rotan. Namun sayangnya, Rotan tersebut merupakan hasil hutan yang memiliki nilai ekonomis tapi masih banyak belum di manfaatkan untuk membuat kerajinan.
Demikian di jelaskan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Rohil, H. Rahmatul Zamri, Sabtu (5/7) di Bagansiapiapi, Menurutnya, pada hal rotan biasa dibuat berbagai jenis moubel dan kerajinan tangan. Dan hutan Rohil banyak terdapat berbagai jenis rotan, baik dengan berukuran kecil dan ada pula rotan yang berukuran besar. Namun rotan tersebut belum dimanfaatkan buat industri moubel dan kerajinan rakyat.
Rotan merupakan produk kehutanan. Di hutan-hutan Rohil, rotan berbagai jenis dan ukuran banyak ditemukan. Hanya saja belum dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pembuatan moubel dan kerjinan tangan saat ini. Paling hanya dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan baku membuat keranjang mengangkut barang di kendaraan roda dua, ujar Rahmatul Zamri.
Tambahnya, Pengrajin yang mengolah rotan menjadi keranjang, dapat dijumpai di Tanah Putih. Produksinya juga berskala kecil. Pengrajin rotan juga tidak seperti pengrajin rota di Pekanbaru yang memanfaatkan rotan dengan baik sehingga menghasilkan berbagai jenis moubel dan aneka jenis kerajinan tangan tradisional.
Rotan sebagai produk hasil kehutanan memang memiliki prospek bagus kalau dikelola dan dimanfaatkan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Tapi industri rotan dan produk industri rotan belum dilirik oleh pengusaha moubel mau pun masyarakat. Jika rotan rohil bisa dimanfaatkan buat industri moubel dan kerajinan, maka bisa dikembangkan kawasan hutan produksi rotan, tutur Rahmatul.
Rotan sebagai produk kehutanan, jelas dia, sudah lama dikenal dan dimanfaatkan untuk keperluan secara terbatas. Industri moubel di Rohil, juga tidak ada. Rotan di Rohil begitu banyak. Tapi belum ada industri yang melirik pemanfaatan rotan di Rohil. Masyarakat juga belum memanfaatkan sebagai meningkatkan ekonomi. Jadi belum dikelola secara maksimal, apabila telah di kelola maka nilai ekonomisnya sangat bagus, timpal Ramatul. (anto)