Rusak Parah dan Berlumpur Jalan Kaiti ke Objek Wista Hapanasan Butuh Perbaikan Segera
Portariau.com - PASIR PANGARAIAN - Akses Jalan Kaiti Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah yang menuju langsung ke objek Wisata Hapansan, salah satu objek wisata unggulan di Rohul, saat ini kondisinya rusak parah dan berlumpur. Selain itu, sisi kanan kiri jalan juga sudah ditumbuhi semak belukar, sehingga jalan tersebut kini jarang dilintasi masyarakat.
Informasi warga Kaiti, Ida, Minggu (7/12/2014) mengatakan, akibat rusaknya sejumlah ruas jalan Kaiti menuju ke objek wisata Hapanasan, kini jalan tersebut jarang dilintasi masyarakat menuju ke objek wisata Hapanasan bila melintas dari Kaiti.
“Selain berlubang di sejumlah titik di 1 km jalan, jalan tersbeut juga becek bila turun hujan, sehingga sulit dilintasi sepeda motor juga mobil. Padahal, dari Kaiti ke objek wisata Hapanasan yang menyatu ke objek wisata danau Cipogas cukup potensi dan berdekatan. Bila tidak segera diperbaiki maka jalan tersebut akan bertambah rusak parah,”terang Ida.
Apalagi, jalan tersebut sebelumnya sudah dilakukan pengerasan oleh rekanan, yang merupakan proyek di Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Rohul yang harusnya sepanjang 3 Km. Namun sayangnya, jalan tersebut dikerjakan hanya sekitar 2 km dan baru dua tahun jalan sudah hancur dan rusak kembali, karena tidak ada perawatan.
“Jalan tersebut, selain menuju ke lokasi 3 objek wisata di Rohul, juga merupakan akses masyarakat ke kebun. Dengan kondisi itu kami warga yang setiap harinya gunakan akses jalan tersebut, meminta agar pihak terkait segera perbaiki jalan tersebut dengan segera,”harap Ida.
Bukan hanya Ida saja yang mendesak jalan diperbaiki, warga lainnya Adi, juga merasa kewalahan bila akan menakik ke kebun karetnya yang berdekatan dengan objek wisata Hapanasan. Karena, untuk menjangkau kebunnya, kini di badan jalan tersebut banyak berlubang.
“Jalan selain berlubang, digenangi air. Ibarat kubangan kerbau di tengah jalan bila hari hujan. Bagaimana mau ramai warga ke objek wisata yang katanya handalan. Apalagi sudah berapa kali mobil terpuruk saat akan melintas di jalan rusak, padahal mereka datang untuk melihat objek wisata. Sehingga perbaikan jalan harus segera dilakukan dinas terkait,”ucapnya. (MPR)